detikcom
Kamis, 16/07/2009 11:06 WIB

Rumah Pemilik Orkes Dangdut Moneta Kemalingan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Korban saat menunjukkan kotak perhiasan/Imam
Surabaya - Sebuah rumah pemilik orkes dangdut Moneta, Imron Sadewa Jalan Tulungagung III No 25, Dupak kemalingan. Sejumlah perhiasan, uang tunai dan barang dagangan dibawa lari oleh pembantunya, Yeni Astutik (21).

"Yeni hilang bersamaan barang berharga milik saya," ujar istri Imron, Yanti Mala kepada wartawan di rumahnya, Kamis (16/7/2009).

Yanti menjelaskan, bahwa dengan nekatnya Yeni masuk ke kamarnya dan langsung mengambil seluruh perhiasan di dalam kotak perhiasan yang diletakkan di dalam almari. Selain itu uang muka untuk iklan sebuah televisi sebanyak Rp 2 juta juga amblas.

Sebenarnya, Yanti dan suaminya tidur di dalam kamar. Tetapi mereka berdua terlalu pulas dan tidak mengetahui aksi Yeni karena baru tidur pukul 01.00 WIB setelah syuting di sebuah televisi lokasi di Surabaya.

Setelah itu Yeni membuka tas besar warna hitam putih berisi dagangan milik Yanti. Antara lain, celana jeans, dompet, jam tangan dan berbagai aksesoris wanita. Beberapa dagangan itu pun tak luput diambil oleh Yeni.

"Total kerugian yang saya alami kurang lebih Rp 68 juta," tambah Yanti.

Aksi Yeni tersebut dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB. Itu diketahui setelah seorang pembantu lain bernama Jumariyah mengaku bahwa dirinya saat terbangun melihat Yeni mondar-mandir di depan kamar korban.

Namun saat ditanya, Yeni hanya mengaku sedang berbenah-benah. Jumariyah saat itu tidak menyadari dan memilih tidur kembali. Namun pada pukul 05.00 WIB, mereka kaget saat Yeni tiba-tiba pamit ke tetangganya akan pulang ke rumahnya di Malang. Setelah itu Yeni langsung menghilang dari rumah tersebut.

Yanti yang mengaku sudah memiliki 3 anak itu bangun dan mendapat kabar jika Yeni pulang langsung kaget. Perempuan yang rambutnya dicat warna merah itu kaget dan langsung menuju ke almari membuka kotak perhiasan yang sudah kosong.

Otomatis Yanti langsung lemas dan berlari ke luar rumah, mencoba mengejar Yeni. Tapi usaha itu tidak berhasil. Berusaha tidak menyerah, Yeni lalu memacu rumah saudaranya yang menyalurkan Yeni di Jalan Bibis, Surabaya. Tapi hasilnya nihil, Yanti tidak menemukan Yeni. Atas kejadian itu, Yeni langsung melaporkan ke Polsek Bubutan.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(iwd/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%