Sabtu, 04/07/2009 16:02 WIB

Awas! Modus Baru Penipuan Berkedok Menjual Emas

Sugeng Harianto - detikNews
Magetan - Berdalih terbelit kebutuhan ekonomi, seorang wanita dibekuk jajaran Reskrim Polres Magetan. Wanita bernama, Sri Mulyani (40) warga Jalan Juanda Kota Baru kedapatan menipu sebuah toko emas saat menjual gelang. Modusnya pelaku memasukkan kawat kecil agar beratnya bertambah.

Kapolres Magetan AKBP Yacob Prayogo mengatakan polisi hanya berhasil membekuk wanita tersebut. Sedangkan 3 orang lainnya, 2 pria dan 1 wanita berhasil melarikan diri menggunakan Isuzu Panther warna hijau.

Pelaku mendatangi Toko Emas Naga milik Bambang (45) yang ada di kawasan Pasar Kecamatan Gorang-Gareng. Pelaku bahkan sempat memperdaya Toko Emas Kendi yang juga adik Bambang.

"Pelaku sebenarnya ada 4 orang. 2 wanita dan 2 pria yang tampaknya sindikat penipuan. Dari Toko Emas Kendi, 3 pelaku yang kabur telah menjual 2 gelang tangan seberat 35 gram yang dijual sekitar Rp 15 juta. Modusnya pelaku memasukkan kawat kecil ke dalam gelang tersebut agar beratnya bertambah," jelas kapolres kepada wartawan di mapolres, Sabtu (4/7/2009).

Yacob menambahkan tiap gelang yang dijual seharga Rp 15 juta. Sebelumnya barang yang mereka beli hanya seharga Rp 5 juta-an. Polisi mengaku para pelaku nekat melakukan penipuan lantaran terbelit kebutuhan ekonomi.

Sementara pemilik Toko Emas Naga mengaku semula dirinya curiga bentuk gelang. Apalagi nota yang dimiliki pelaku dibeli dari toko emas di Magelang. Pelaku beralasan tidak mau menjual ke tempat asal karena harganya murah.

"Saya curiga katanya pelaku membeli di Toko Emas Mustika Magelang, kok dijual di sini. Mereka mengaku kalau barangnya sudah dibeli di Toko Emas Kendi yang tak lain punya adik saya sendiri. Terus saya suruh adik saya memotong gelang. Ternyata benar di dalamnya ada kawat, itu agar beratnya bertambah," tambah pria yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Emas Permata Magetan.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%