Senin, 15/06/2009 12:31 WIB

Nilai UAN Kosong, SMKN 2 Turen Tunda Hasil Kelulusan

Muhammad Aminudin - detikNews
Malang - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Turen, Kabupaten Malang harus menunda pengumuman hasil Ujian Akhir Nasional (UAN). Pasalnya, nilai seluruh siswa peserta UAN mendapat nilai 0.

Kepala Sekolah SMKN 2 Turen, Didik Indratmo saat dihubungi melalui telepon gengamnya, Senin (15/6/2009), mengatakan, dari 155 peserta UAN, banyak ditemukan hasil nilai blank. Diduga kuat kosongnya nilai ini akibat kesalahan teknis pada saat proses penilaian di komputer.

"Mungkin ini karena salah teknis pada saat scaning lembar jawaban. Jadinya kami meminta kepada Diknas untuk menunda pengumuman lulusan," katanya.

Menurut Didik, kasus yang sama juga dialami di beberapa daerah lain seperti Tuban, Rembang dan Banyuwangi. Untuk UAN teori kejuruan kesemuanya mendapatkan nilai 0. Kejadian serupa juga terjadi di SMKN 4 Surabaya, sebanyak 400 siswa mendapat nilai 0.

Untuk itu, sekolah kejuruan kelautan ini telah mencoba meminta peninjauan kembali ke BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan) untuk mengetahui akar permasalahan yang terjadi. "Kita sudah kirim satu orang untuk kroscek ke BNSP di Jakarta bersama Kawnil Dindik Jatim," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwandi saat ditemui wartawan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Jalan Panji, Kepanjen, menuturkan, semua siswa atau peserta tidak lulus akan diikutkan UNPK (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan) atau paket C pada Tanggal 23 Juli mendatang. Sedangkan untuk hasil ujian dengan nilai 0 masih menunggu hasil tinjauan kembali ke BNSP bersama Kanwil Dindik Jawa Timur.

Dari data, kata Suwandi, yang ada untuk tahun ini peserta lulus dari SMU sebanyak 95,06 persen dari 5.874 siswa dari 69 sekolah, untuk SMK sebanyak 94,70 persen dari 6.158 siswa dari 77 sekolah.

Suwandi menambahkan, banyak siswa SMU tidak lulus disebabkan sedikitnya jumlah siswa jurusan di masing-masing sekolah. Hingga memicu tingginya angka prosentase.

Suwandi mencontohkan, untuk jurusan bahasa dengan peserta 636 siswa, tidak lulus sebanyak 6,4 persen yaitu 41 siswa dari 20 sekolah. Untuk IPS peserta 2206 tidak lulus 68 siswa atau 3,3 persen dari 53 sekolah.

"Jika dalam satu kelas untuk jurusan IPS atau bahasa di SMU swasta dengan jumlah murid 12 dan tidak lulus 11 siswa sudah tinggi untuk angka prosentasenya," ungkap Suwandi.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%