detikcom
Selasa, 09/06/2009 11:38 WIB

Salah Desain, Patung Suro & Boyo Dibangun Ulang

Budi Sugiharto - detikNews
Surabaya - Karena salah desain, patung Suro & Boyo di Arena Ketabang terpaksa dibongkar. Hingga Selasa (9/6/2009) proyek yang berada di tepi Kali Mas ini masih belum rampung.

Pantauan detiksurabaya.com, patung yang dihancurkan dan dibangun ulang adalah bagian Boyo-nya. Sebab posisi Boyo sangat berbeda dengan desain awalnya.

Para pekerja dengan teliti dan hati-hati menyelesaikan kulit punggungnya. Agar tidak terkena panas dan hujan, pembuatan patung Boyo itu diselimuti terpal plastik. Sedangkan patung Suro tidak ikut dipugar karena sudah sesuai. Nantinya dari mulut Suro akan mancur air yang jatuh langsung ke Kali Mas.

Rencana awal, proyek yang dikomandoi Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) serta mendapat suntikan dana dari PT Telkom Divre V Jatim diresmikan tepat saat ultah ke-716 Surabaya, Mei lalu. Dan karena tidak sesuai desain, maka mengundang kontroversi.

Bahkan Walikota Bambang DH memerintahkan khusus patung Boyo dibenahi menyesuaikan desain sesuai pakem yang ada. Praktis arena bermain itu pun gagal sebagai kado ulang tahun Surabaya. Informasi yang diterima, proyek yang dilengkapi arena BMX dan Skateboard itu akan rampung Agustus mendatang.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%