Detik.com News
Detik.com
Kamis, 04/06/2009 17:27 WIB

Satpam Konjen Jepang Ditangkap Nyabu

Steven Lenakoly - detikNews
Surabaya - Seorang satpam Konsulat Jenderal Jepang ditangkap polisi saat tengah menghisap shabu-shabu. Tersangka mengaku sudah 4 kali menggunakan barang haram tersebut.

Tersangka bernama Indra Ananto (30), warga Karang Empat. Indra ditangkap Polres Surabaya Timur saat polisi menggrebek di dalam rumahnya. Saat penangkapan itu Indra sedang menggunakan shabu.

"Tersangka tidak bisa melarikan diri atau mengelak karena terbukti basah
menggunakan shabu," kata Kanit Narkoba Polres Surabaya Timur, Iptu Djanu kepada wartawan di Mapolres Surabaya Timur, Jalan Kapasan, Kamis (4/6/2009).

Djanu menjelaskan, tersangka adalah bidikan polisi sejak beberapa bulan lalu. Namun saat hendak ditangkap Indra selalu berhasil melarikan diri dan bersembunyi di tempat yang tidak diketahui polisi.

Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial JW di Jemursari. Tiap poketnya seberat 0,4 gram dibeli seharga Rp 250 ribu dan selalu digunakan sendirian tanpa melibatkan teman-temannya.

"Tersangka sudah empat kali membeli barang tersebut dan mengaku menggunakannya sendirian bukan pesta shabu," ucapnya.

Barang bukti yang ditemukan polisi di dalam rumah yakni dua poket shabu seberat 0,3 gram. Salah satu poket shabu sudah digunakan oleh tersangka. Tersangka dikenakan UU no 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(stv/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%