detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:40 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 13/03/2009 18:42 WIB

Pembalakan Liar di Lumajang Dibongkar Polda Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Barang bukti/Rois
Surabaya - Sekitar 40 meter kubik berbagai jenis kayu seperti Jati, Rimba dan kayu lainnya tanpa dilengkapi dokumen senilai sekitar Rp 600 juta diamankan Polda Jatim. Polisi juga menahan dua tersangka berinisial WH dan SHS keduanya warga Tempusari, Lumajang.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 2 unit truk pengangkut kayu hasil pembalakan liar itu bernopol N 8351 UY dan N 8764 UY. 2 unit mesin bendsaw (mesin pemotong kayu dalam jumlah besar), 2 unit mesin chainsaw (mesin gergaji tangan), 1 lembar mata gergaji.

Tersangka SHS pemilik CV SRA yang diduga sebagai pemilik kayu illegal logging dan WH sopir truk yang mengangkut kayu tersebut.

Kasat Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Polda Jatim AKBP I Nyoman Komin mengatakan, penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang adanya penebangan kayu hutan lindung dan produksi Perhutani yang tidak dilengkapi surat izin.

"Setelah diselidiki selama kurang lebih 37 hari, anggota Unit I menangkap basah tersangka WH mengangkut 15 batang kayu pancakan jenis bayur dengan menggunakan truk tersebut pada 6 Maret 2009 lalu," kata Komin kepada wartawan di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Jumat (13/3/2009).

Setelah dikembangkan, polisi mendatangi gudang CV SHS di Tempursari Lumajang. Polisi juga menangkap SHS pemilik CV tersebut.

"SHS ini diduga sebagai penerima, membeli, menyimpan dan memiliki hasil hutan dari hasil penebangan atau pembalakan liar," tuturnya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%