detikcom
Jumat, 13/03/2009 16:33 WIB

Antisipasi Semeru Meletus, 400 Relawan Disiagakan

Muhammad Aminudin - detikNews
Malang - PMI Kabupaten Malang menyiapkan 400 relawan untuk membantu warga apabila Gunung Semeru meletus. Para relawan ini diambil dari masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung, seperti Poncokusumo, Dampit, Tirtoyudo, serta Ampelgading.

"Mereka yang akan memberikan pertolongan lebih awal," kata Kepala Bagian Penanggulangan Bencana Alam PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo pada wartawan di
Kantornya Jalan Panji, Kepanjen, Jumat (13/3/2009).

Menurutnya,letusan Gunung Semeru diperkirakan tak akan berdampak langsung terhadap masyarakat Kabupaten Malang. Alasannya, aliran lahar maupun muntahan
material vulkanik berupa batu pijar dari kawah Jongring Saloka tak akan sampai ke pemukiman penduduk.

Pemukiman warga, jelas Utomo, masih jauh dari kawah Semeru. Guguran lava pijar diperkirakan akan melalui lorong lava yang melintas di kawasan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. "Kita waspadai ancaman abu vulkanik dan awan panas yang membahayakan kesehatan," jelasnya.

Namun, untuk mengantisipasi kejadian terburuk, kini para relawan telah mendata lokasi untuk pengungsian. Mereka telah memilik daerah yang aman untuk didirikan tenda pengungsian. Selain itu, PMI juga telah menyiapkan 10 tenda pengungsian yang masing-masing berkapasitas 50 orang. 5 Perawat medis, 2 dokter dan 1 dokter gigi, serta obat-batan dan peralatannya juga siap apabila dibutuhkan untuk penanganan darurat.

Sementara itu, Kepala Bagian Sandi dan Telekomunikasi Kabupaten Malang Bagiyo Setyono saat ditemui di Pendopo Kabupaten Malang mengatakan, setelah status
Gunung Semeru menjadi siaga, Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Malang telah bersiaga.

pihaknya ungkap Bagiyo, meminta warga yang tinggal di sekitar Sungai Glidik dan Kali Manjing untuk tetap waspada. Sebab, aliran materail vulkanik Semeru juga mengalir melalui kedua sungai yang berada di kawasan Ampelgading, Kabupaten Malang. Meski waspada, Warga bisa menjalankan aktivitas bekerja di ladang seperti biasa. "Jangan terpancing isu yang menyesatkan. Ikuti peringatan dari Satlak PB," pintanya.

Selama ini, Satlak PB selalu menerima hasil pantauan petugas pemantau gunung Semeru di gunung sawur Lumajang. Mereka melaporkan setiap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Semeru. Termasuk, perubahan aktivitas vulkanik yang sebelumnya interval letusan antara 15 hingga 20 menit, kini berubah menjadi 1 hingga 2 jam.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi juga melarang aktivitas masyarakat di sekitar kawah. "Kondisinya cukup rawan, tingkatkan kewaspadaan," pungkas Bagiyo.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%