detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:28 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 12/03/2009 10:04 WIB

Sensasi Wedang Kopi Areng Plus Nasi Kucing foto

Budi Sugiharto - detikNews
Kang Mangun menyeduh kopi arang
Sidoarjo - Wedang kopi yang satu ini memiliki sensasi yang luar biasa. Aroma maupun rasanya bisa dibilang beda. Awalnya akan ragu untuk menyeruputnya. Namun setelah mencicipi, dijamin akan membuat ketagihan.

Bagaimana tidak, wedang kopi seduhan Kang Mangun ini mendapat 'ekstra bumbu' yang membuat siapapun yang belum mencoba akan terheran-heran. Wedang kopi di Warung 'Wedangan Hik Solo', Jalan Gajah Mada Sidoarjo ini menambah batu arang (areng) yang membara di wedang kopi seduhan Kang Mangun, Kamis dinihari (12/3/2009).

Selain rasa dan aroma, sensasi yang bisa dinikmati para pelanggannya adalah ketika detik-detik arang membara dicemplungkan ke gelas yang sudah terisi seduhan kopi dan gula. Cosss....! Asap tebal langsung membumbung dari gelas yang belum dituangi air panas ini.

"Wow, dahsyat!" teriak Agung Sepung yang matanya tak berkedip ketika menyaksikan wedang kopi unik yang asalnya dari Yogyakarta ini. Pelanggan Warung Wedangan Hik ini memang cukup banyak, tak hanya kalangan muda namun para pekerja maupun profesional serta keluarga pun banyak yang mampir.

Warung Kang Mangun ini berada di trotoar depan AJBS. Waktu bukanya malam hingga tutup menjelang subuh. Selain wedang kopi arangnya, pelanggan juga bisa memilih menu istimewanya. Apa itu? Sayap, ceker ayam panggang. Cara panggangnya pun juga menjadi pemandangan menarik sendiri.

Pelanggan cukup memilih mana yang disukai lalu dipanggang di atas tungku yang batu arangnya membara. Bagi yang alergi kopi tak perlu resah. Warung Wedangan Hik ini juga menyediakan aneke minuman berbahan dasar jahe. Mau teh jahe susu, susu jahe atau cukup murni wedang jahe, ada semua.

Nah jika perut keroncongan, Kang Mangun menyediakan nasi kucing. Ha? Jangan Salah sangka dulu! Nasi kucing ini adalah julukan untuk nasi bungkus. Karena ukurannya kecil, maka disebutnya nasi kucing. Salah satu penggemar nasi kucing adalah Lutfi. Sekali nyaplok, dia mampu menghabiskan 5 bungkus sekaligus. "Kalau cuma satu yang kurang," kata Lutfi, warga Sidoarjo yang ditemui.

Kang Mangun merintis usahanya ini sejak tahun 2006. Pria yang asli Klaten Jawa Tengah ini kini menuai hasilnya. Bahkan, wedang kopi plus batu arang ini mulai ditiru kawan-kawannya sekampung yang kini juga merintis bisnis serupa di Sidoarjo.

"Ada 4 warung seperti ini. Semua teman-teman dari kampung," katanya saat ditemui. Kang Mangun menjamin meski wedang kopinya dicampur batu arang tak akan membuat aroma maun rasanya menjadi tidak enak.

"Tambah manteb, rasanya makin ngejos," katanya. Nah yang terakhir, kenapa namanya Wedangan Hik? "Hik itu artinya Hidangan Istimewa Kota. Tetapi awalnya hik itu berasal dari pikulan. Dulu di Solo atau Yogya, penjual begini dengan dipikul. Jadi mereka jalan dan teriak hiikkkkk," katanya dengan tertawa.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gik/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%