detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 13:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 24/02/2009 13:26 WIB

'Polisi Redam Kerusuhan Pemilu di Jatim'

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di Jawa Timur diwarnai aksi kerusuhan, penjarahan, pembakaran dan ancaman bom. Namun polisi jajaran Polda Jatim bertindak sigap dan menghalau massa agar kerusuhan tidak meluas.

Proses pemilu di Jatim awalnya berjalan lancar. Tapi saat memasuki massa pencoblosan kerusuhan mulai terjadi. Petugas KPU yang membawa logistik diganggu perusuh di tengah jalan dengan modus kecelakaan lalu lintas. Saat itu ada beberapa orang yang berusaha mengambil logistik pemilu yang tersimpan pada mobil boks.

Melihat hal itu, aparat kepolisian yang mengawal logistik menghubungi aparat kepolisian lainnya. Tak lama bantuan polisi datang dan mengamankan dua orang yang berusaha membawa kabur logistik pemilu.

Kerusuhan juga kembali terjadi saat massa pencoblosan di TPS. Massa yang menilai ada kecurangan tidak terima dan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor KPUD.

Selama situasi masih panas, polisi mendapat kabar adanya bom di sudut Kota Surabaya bertujuan memperkeruh situasi Jatim. Penjinak bom Gegana Brimob Polda Jatim turun ke lokasi dan menyisir serta menemukan bom.

Setelah dievakuasi, bom diurai sebagian diledakkan di tempat aman. Di tempat terpisah, ancaman demontrasi besar-besaran dilakukan pendukung caleg maupun capres ke kantor KPUD terjadi.

Massa yang menggelar aksi unjuk rasa itu berusaha menduduki gedung KPUD. Namun, aparat kepolisian siaga dan menghadang massa untuk tidak mendekati gedung KPUD.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(roi/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%