detikcom
Selasa, 24/02/2009 13:26 WIB

'Polisi Redam Kerusuhan Pemilu di Jatim'

Rois Jajeli - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) di Jawa Timur diwarnai aksi kerusuhan, penjarahan, pembakaran dan ancaman bom. Namun polisi jajaran Polda Jatim bertindak sigap dan menghalau massa agar kerusuhan tidak meluas.

Proses pemilu di Jatim awalnya berjalan lancar. Tapi saat memasuki massa pencoblosan kerusuhan mulai terjadi. Petugas KPU yang membawa logistik diganggu perusuh di tengah jalan dengan modus kecelakaan lalu lintas. Saat itu ada beberapa orang yang berusaha mengambil logistik pemilu yang tersimpan pada mobil boks.

Melihat hal itu, aparat kepolisian yang mengawal logistik menghubungi aparat kepolisian lainnya. Tak lama bantuan polisi datang dan mengamankan dua orang yang berusaha membawa kabur logistik pemilu.

Kerusuhan juga kembali terjadi saat massa pencoblosan di TPS. Massa yang menilai ada kecurangan tidak terima dan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor KPUD.

Selama situasi masih panas, polisi mendapat kabar adanya bom di sudut Kota Surabaya bertujuan memperkeruh situasi Jatim. Penjinak bom Gegana Brimob Polda Jatim turun ke lokasi dan menyisir serta menemukan bom.

Setelah dievakuasi, bom diurai sebagian diledakkan di tempat aman. Di tempat terpisah, ancaman demontrasi besar-besaran dilakukan pendukung caleg maupun capres ke kantor KPUD terjadi.

Massa yang menggelar aksi unjuk rasa itu berusaha menduduki gedung KPUD. Namun, aparat kepolisian siaga dan menghadang massa untuk tidak mendekati gedung KPUD.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(roi/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%