Kamis, 19/02/2009 11:25 WIB

Jelang Pemilu Legislatif

Baliho Caleg 'Menjual Diri' Masih Bertebaran di Jalur Terlarang

Irawulan - detikNews
Surabaya - Kesepakatan antara partai politik, KPU Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya untuk melakukan kampanye bersih sepertinya hanya isapan jempol. Buktinya, alat peraga dan baliho milik caleg nampak mulai bertebaran.

Bahkan, kawasan-kawasan yang masuk 17 jalur terlarang masih terlihat baliho bergambar wajah caleg yang 'menjual diri'. Seperti di Jalan Diponegoro dekat Kebun Bintang Surabaya nampak masih terlihat bertebaran baliho milik caleg dari berbagai parpol.

Ketika kesepakatan itu ditandatangani pada akhir tahun 2008 lalu, beberapa ruas jalan sempat bersih. Namun 1,5 bulan menjelang pemilu legislatif tanggal 9 April 2009, gambar caleg kembali bermunculan.

Bahkan, gambar para calon penghuni gedung rakyat tersebut dipasang dengan asal dan jauh dari estetika. Baliho dan tanda gambar mereka diletakkan dengan sembarangan. Gambar-gambar tersebut ada yang diletakkan di jembatan, di tembok bahkan hingga ditempel di tiang listrik.

Menanggapi hal tersebut, Panwas Pemilu Kota Surabaya mengaku hampir setiap hari mereka melakukan penertiban pada baliho caleg yang melanggar kesepakatan.

"Kita terus lakukan penertiban intensif pada baliho ataupun tanda gambar caleg yang melanggar," kata anggota Panwas Pemilu Kota Surabaya, Suparno kepada detiksurabaya.com, Kamis (19/2/2009).

Menurut Suparno ada 17 jalur bebas dari gambar para caleg. Jalur tersebut antara lain adalah Jalan Ahmad Yani, Basuki Rahmat, Embong Malang, Gemblongan, Panglima Sudirman dan Jalan Pemuda. Rumah ibadah dan sekolah serta fasilitas umum dan kantor pemerintahan juga tidak boleh dipasang alat peraga.

Untuk jalan-jalan atau kawasan yang tidak masuk dalam kawasan terlarang pemasangan caleg tetap mereka perhatikan dan lakukan penertiban. Kesepakatan antara partai politik dengan Panwas dan KPU Surabaya besar baliho 2 x3 meter, spanduk 1 x 6 meter dan banner 120 x 90 meter. "Ada yang melanggar kita beri peringatan," ungkapnya.

Saat ini tambah dia pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap para caleg yang dilaporkan melakukan perbuatan yang menjurus pidana. Bagi caleg ataupun parpol yang melanggar kesepakatan akan mendapat sanksi administrasi hingga pada pembatalan keanggotaanya sebagai anggota legislatif jika terpilih.

"Panwas memberi rekomendasi pada KPU dan juga melaporkannya ke pihak kepolisian jika ada unsur pidananya," tandasnya.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%