Berita Lain
-
Jumat, 24/05/2013 12:04 WIB
Bondet Meledak di Rumah Kepala Desa, Lima Orang Terluka
-
Jumat, 24/05/2013 08:32 WIB
Anak PRT di Tuban Raih Nilai UN Tertinggi se-Jawa Timur
-
Kamis, 23/05/2013 18:24 WIB
Diiming-imingi Martabak Super, Kegadisan Siswi SMP Direnggut Siswanto
-
Kamis, 23/05/2013 18:00 WIB
Kios Bensin Meledak, Lima Orang Sekeluarga Alami Luka Bakar
-
Kamis, 23/05/2013 17:25 WIB
11 Parpol Bondowoso Desak KPU Tolak Berkas PKS
Indeks Berita
Suroboyoan
Thread Pilihan

Senin, 20/05/2013 12:30 WIB
Bocah 7 Tahun Asal Surabaya Juara Dunia Piano di AS
Posted : f_yazzGaya Hidup
Kamis, 18/04/2013 10:01
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.
Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta
Kuliner
Sabtu, 13/04/2013 11:35
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.
Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan
Pelajar
Kamis, 21/03/2013 15:37
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.
Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 5,192.000
-
Rp 15,424.000
Selasa, 17/02/2009 10:13 WIB
Ponari digendong/dok detiksurabaya
Jombang -
Meski sebelumnya ada kesepakatan dihentikan, namun praktek pengobatan dukun cilik sakti, Ponari di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang kembali dibuka, Selasa pukul 09.00 WIB (17/2/2009).
Dibukanya praktek pengobatan alternatif ini tentu saja berbeda dengan pengakuan Ponari saat di Polsek Megaluh bebarapa hari lalu. Saat itu Ponari mengaku ingin bersekolah dan berhenti mengobati.
Dibukanya pengobatan ini otomatis membuat warga yang mengantre sejak beberapa
hari lalu merasa lega. Tanpa dikomando ribuan warga mulai merangsek masuk ke area halaman rumah yang biasa digunakan Ponari untuk mengobati.
"Alhamdulillah, pengobatan ini kembali dibuka. Moga-moga kita dapat obat," kata salah satu warga asal Sidoarjo, Wilujeng (32) kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Pantas jika Wilujeng merasa lega hati. Karena dirinya sudah menginap selama tiga hari di kawasan area rumah Ponari. Hal senada juga diungkapkan oleh pria asal Madiun, Usman (40). Dirinya sudah menginap selama empat hari.
"Saya mengalami asam urat dan pingin sembuh," katanya saat mengantre.
Dibukanya kembali pengobatan ini diwarnai aksi tidak simpati dari panitia. Terkesan panitia tidak ingin media meliput fenomena dukun cilik sakti yang namanya sudah manasional tersebut.
Bahkan panitia pengobatan yang sebelumnya cukup ramah dan kooperatif, mulai arogan kepada wartawan. Sikap warga ini sebenarnya sudah ditunjukkan beberapa hari ini. Namun antipati kepada media itu semakin menjadi-jadi. Beberapa wartawan yang mencoba mengambil gambar dilempari sandal hingga kameranya berusaha direbut.
Salah satu korbannya adalah wartawan Trans TV, Romi. Kamera Romi sempat direbut panitia saat mengambil gambar antrean. Ketegangan pun terjadi saat Romi berusaha mempertahankan kameranya.
"Kalau tidak terima lapor saja, tidak masalah," teriak salah seorang pria yang menjadi salah satu panitia pengobatan.
Aksi berebut kamera ini menjadi tontonan warga dan beberapa polisi yang ada di lokasi. Sayangnya sejumlah polisi hanya membiarkan tanpa ada upaya melerai, bahkan terkesan mendiamkan. (fat/gik)
Dukun Cilik Sakti Beraksi Kembali, Wartawan Dilempari Sandal
Tamam Mubarok - detikSurabaya
Ponari digendong/dok detiksurabaya
Dibukanya praktek pengobatan alternatif ini tentu saja berbeda dengan pengakuan Ponari saat di Polsek Megaluh bebarapa hari lalu. Saat itu Ponari mengaku ingin bersekolah dan berhenti mengobati.
Dibukanya pengobatan ini otomatis membuat warga yang mengantre sejak beberapa
hari lalu merasa lega. Tanpa dikomando ribuan warga mulai merangsek masuk ke area halaman rumah yang biasa digunakan Ponari untuk mengobati.
"Alhamdulillah, pengobatan ini kembali dibuka. Moga-moga kita dapat obat," kata salah satu warga asal Sidoarjo, Wilujeng (32) kepada detiksurabaya.com di lokasi.
Pantas jika Wilujeng merasa lega hati. Karena dirinya sudah menginap selama tiga hari di kawasan area rumah Ponari. Hal senada juga diungkapkan oleh pria asal Madiun, Usman (40). Dirinya sudah menginap selama empat hari.
"Saya mengalami asam urat dan pingin sembuh," katanya saat mengantre.
Dibukanya kembali pengobatan ini diwarnai aksi tidak simpati dari panitia. Terkesan panitia tidak ingin media meliput fenomena dukun cilik sakti yang namanya sudah manasional tersebut.
Bahkan panitia pengobatan yang sebelumnya cukup ramah dan kooperatif, mulai arogan kepada wartawan. Sikap warga ini sebenarnya sudah ditunjukkan beberapa hari ini. Namun antipati kepada media itu semakin menjadi-jadi. Beberapa wartawan yang mencoba mengambil gambar dilempari sandal hingga kameranya berusaha direbut.
Salah satu korbannya adalah wartawan Trans TV, Romi. Kamera Romi sempat direbut panitia saat mengambil gambar antrean. Ketegangan pun terjadi saat Romi berusaha mempertahankan kameranya.
"Kalau tidak terima lapor saja, tidak masalah," teriak salah seorang pria yang menjadi salah satu panitia pengobatan.
Aksi berebut kamera ini menjadi tontonan warga dan beberapa polisi yang ada di lokasi. Sayangnya sejumlah polisi hanya membiarkan tanpa ada upaya melerai, bahkan terkesan mendiamkan. (fat/gik)
Baca Juga:
Komentar terkini (0 Komentar)
Berita Terpopuler
- Jumat, 24/05/2013 08:32 WIB
Anak PRT di Tuban Raih Nilai UN Tertinggi se-Jawa Timur - Jumat, 24/05/2013 09:31 WIB
Polisi Siaga Antisipasi Konvoi Kelulusan - Kamis, 23/05/2013 19:14 WIB
154 Pelajar SMA/MA di Jatim Tidak Lulus UN - Kamis, 23/05/2013 18:52 WIB
Lamongan Raih Nilai Tertinggi UN SMA Sederajat
Komentar Terpopuler
- Sabtu, 18/05/2013 15:53 WIB
Pilgub Jatim, Menangkan Bambang DH-Said PDIP Terjunkan Jurkam Jokowi - Jumat, 24/05/2013 08:32 WIB
Anak PRT di Tuban Raih Nilai UN Tertinggi se-Jawa Timur - Sabtu, 18/05/2013 17:03 WIB
Pengurus Pemuda Pancasila Tuban 'Dikeroyok' 7 Pria Diduga Debt Collector - Selasa, 21/05/2013 18:14 WIB
Siswi Asal Sidoarjo Hamil 7 Bulan Setelah Digilir 3 Remaja
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com


Sending your message