Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Selasa, 17/02/2009 10:13 WIB

Dukun Cilik Sakti Beraksi Kembali, Wartawan Dilempari Sandal

Tamam Mubarok - detikSurabaya



Ponari digendong/dok detiksurabaya
Jombang - Meski sebelumnya ada kesepakatan dihentikan, namun praktek pengobatan dukun cilik sakti, Ponari di Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang kembali dibuka, Selasa pukul 09.00 WIB (17/2/2009).

Dibukanya praktek pengobatan alternatif ini tentu saja berbeda dengan pengakuan Ponari saat di Polsek Megaluh bebarapa hari lalu. Saat itu Ponari mengaku ingin bersekolah dan berhenti mengobati.

Dibukanya pengobatan ini otomatis membuat warga yang mengantre sejak beberapa
hari lalu merasa lega. Tanpa dikomando ribuan warga mulai merangsek masuk ke area halaman rumah yang biasa digunakan Ponari untuk mengobati.

"Alhamdulillah, pengobatan ini kembali dibuka. Moga-moga kita dapat obat," kata salah satu warga asal Sidoarjo, Wilujeng (32) kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Pantas jika Wilujeng merasa lega hati. Karena dirinya sudah menginap selama tiga hari di kawasan area rumah Ponari. Hal senada juga diungkapkan oleh pria asal Madiun, Usman (40). Dirinya sudah menginap selama empat hari.

"Saya mengalami asam urat dan pingin sembuh," katanya saat mengantre.

Dibukanya kembali pengobatan ini diwarnai aksi tidak simpati dari panitia. Terkesan panitia tidak ingin media meliput fenomena dukun cilik sakti yang namanya sudah manasional tersebut. 

Bahkan panitia pengobatan yang sebelumnya cukup ramah dan kooperatif, mulai arogan kepada wartawan. Sikap warga ini sebenarnya sudah ditunjukkan beberapa hari ini. Namun antipati kepada media itu semakin menjadi-jadi. Beberapa wartawan yang mencoba mengambil gambar dilempari sandal hingga kameranya berusaha direbut.

Salah satu korbannya adalah wartawan Trans TV, Romi. Kamera Romi sempat direbut panitia saat mengambil gambar antrean. Ketegangan pun terjadi saat Romi berusaha mempertahankan kameranya.

"Kalau tidak terima lapor saja, tidak masalah," teriak salah seorang pria yang menjadi salah satu panitia pengobatan.

Aksi berebut kamera ini menjadi tontonan warga dan beberapa polisi yang ada di lokasi. Sayangnya sejumlah polisi hanya membiarkan  tanpa ada upaya melerai, bahkan terkesan mendiamkan. (fat/gik)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com