detikcom

Senin, 26/01/2009 19:08 WIB

Indahnya Gerhana Matahari Cincin dari Kota Pahlawan foto

Budi Sugiharto - detikNews
Matahari yang membentuk cincin
Surabaya - Puncak gerhana matahari cincin bisa dilihat dengan jelas dari Kota Surabaya, Senin (26/1/2009) sore. Dengan mata telanjang, masyarakat bisa menikmati matahari yang membentuk sabit.

Fenomena alam ini bisa berlangsung cukup lama, sekitar pukul 16.00 - 17.50 WIB. Warga Surabaya terlihat banyak menanti detik-detik terjadinya proses gerhana dari depan rumah atau tempat-tempat umum.

Cuaca yang sempat mendung namun akhirnya kembali cerah ini membuat warga tampak girang. Seperti di sekitar Kali Mas, banyak pengendara motor yang berhenti untuk menyaksikan gerhana.

Begitupula di kampung-kampung. Pantauan detiksurabaya.com, warga di kampung Dukuh Kupang rela menanti sejak pukul 14.00 WIB.

Mereka membawa kaca mata gelap untuk melindungi mata dari bahaya kebutaan. Ada pula yang menarik. Seorang pemuda mengenakan kaca mata las yang warna hitamnya cukup pekat.

"Ini saya beli khusus tadi. Saya tak ingin melewatkan begitu saja," kata dia sambil membawa kamera saku untuk mengabadikan gerhana.

Ada pula pelajar salah satu SMA yang datang ke kawasan Masjid Agung dengan melengkapi teleskop. "Biar kelihatan jelas dan aman di mata," katanya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%