detikcom

Jumat, 09/01/2009 14:50 WIB

Warga Magetan Kuras Candi Dewi Sri untuk Tolak Balak

Sugeng Harianto - detikNews
Candi Dewi Sri dibersihkan/Sugeng
Magetan - Ratusan warga Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, Magetan disibukkan melakukan ritual tolak balak bencana dengan membersihkan patung Candi Dewi Sri yang ada di desa setempat. Ritual membersihkan candi tersebut dengan menguras air di sekeliling candi yang dipenuhi air hingga menenggelamkan patung tersebut.

Bangunan Candi Dewi Sri memang menjorok ke dalam seperti dalam kubangan kolam yang dipenuhi air dan berlumpur. Sehingga warga membersihkan bangunan tersebut.

Sekretaris Desa Simbatan, Titik Agustin mengatakan ritual dilakukan rutin sejak nenek moyang zaman Kerajaan Majapahit. Ini dipercaya warga sebagai tolak balak datangya bencana.

"Kita rutin adakan ritual seperti ini setiap hari Jumat pahing di bulan syuro. Puncaknya nanti ada penarian ikan dengan lagu wajib kembang jeruk yang dinyanyikan oleh 2 sinden yag telah disiapkan," kata Titik kepada wartawan Jumat (9/1/2009) di lokasi.

Titik menambahkan sebelum acara tarian, terlebih dulu ada sesaji dengan memotong satu ekor kambing. Dengan menanam kepala kambing di sekitar lokasi candi beserta sesaji lain. Terdiri dari candu, minuman limun merah dan putih, bedak, sisir, minyak srimpi dan kaca yang dipercaya akan digunakan Dewi Sri untuk keperluannya.

Untuk kelengkapan sesaji tersebut, para warga yang menguras kolam Candi Dewi Sri disuguhkan nasi bungkus dengan lauk sayur terong serta kacang-kacangan yang konon sangat disukai Dewi Sri.

Dari pantauan detiksurabaya.com, warga yang datang mulai pagi hingga siang ini tampak memadati lokasi Candi Dewi Sri di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, kurang lebih 25 Km arah timur dari pusat Kota Magetan.

Sementara Mardjono Kasubdin Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan menambahkan, Candi Dewi Sri akan direnovasi untuk dijadikan obyek wisata dan sudah masuk dalam situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit sehingga setiap kegiatan apapun di candi tersebut harus izin dengan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP 3) Trowulan, Mojokerto.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
77%
Kontra
23%