detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 09/01/2009 14:50 WIB

Warga Magetan Kuras Candi Dewi Sri untuk Tolak Balak

Sugeng Harianto - detikNews
Candi Dewi Sri dibersihkan/Sugeng
Magetan - Ratusan warga Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, Magetan disibukkan melakukan ritual tolak balak bencana dengan membersihkan patung Candi Dewi Sri yang ada di desa setempat. Ritual membersihkan candi tersebut dengan menguras air di sekeliling candi yang dipenuhi air hingga menenggelamkan patung tersebut.

Bangunan Candi Dewi Sri memang menjorok ke dalam seperti dalam kubangan kolam yang dipenuhi air dan berlumpur. Sehingga warga membersihkan bangunan tersebut.

Sekretaris Desa Simbatan, Titik Agustin mengatakan ritual dilakukan rutin sejak nenek moyang zaman Kerajaan Majapahit. Ini dipercaya warga sebagai tolak balak datangya bencana.

"Kita rutin adakan ritual seperti ini setiap hari Jumat pahing di bulan syuro. Puncaknya nanti ada penarian ikan dengan lagu wajib kembang jeruk yang dinyanyikan oleh 2 sinden yag telah disiapkan," kata Titik kepada wartawan Jumat (9/1/2009) di lokasi.

Titik menambahkan sebelum acara tarian, terlebih dulu ada sesaji dengan memotong satu ekor kambing. Dengan menanam kepala kambing di sekitar lokasi candi beserta sesaji lain. Terdiri dari candu, minuman limun merah dan putih, bedak, sisir, minyak srimpi dan kaca yang dipercaya akan digunakan Dewi Sri untuk keperluannya.

Untuk kelengkapan sesaji tersebut, para warga yang menguras kolam Candi Dewi Sri disuguhkan nasi bungkus dengan lauk sayur terong serta kacang-kacangan yang konon sangat disukai Dewi Sri.

Dari pantauan detiksurabaya.com, warga yang datang mulai pagi hingga siang ini tampak memadati lokasi Candi Dewi Sri di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, kurang lebih 25 Km arah timur dari pusat Kota Magetan.

Sementara Mardjono Kasubdin Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan menambahkan, Candi Dewi Sri akan direnovasi untuk dijadikan obyek wisata dan sudah masuk dalam situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit sehingga setiap kegiatan apapun di candi tersebut harus izin dengan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP 3) Trowulan, Mojokerto.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%