detikcom
Senin, 08/12/2008 11:42 WIB

Nurul Hayat Distribusikan 530 Kambing dan 55 Sapi Siap Saji

Pengirim: Dhian Satria - detikNews
Halaman 1 dari 2
Surabaya - Banyaknya permintaan daging kurban melalui telepon, Nurul Hayat terpaksa menutup order pembelian kambing. Pasalnya permintaan terus membludak.

"Kalau tidak distop kami yang kewalahan dalam pengiriman, tahun lalu lantaran banyaknya permintaan pengiriman yang kami lakukan hingga jam dua belas malam," jelas Direktur Nurul Hayat, Bambang Heri.

Hingga Senin siang, tercatat penjualan kambing mencapai 530 ekor dan sapi 55 ekor. Tahun lalu, Nurul Hayat menjual 468 ekor dan sapi 48 ekor.

Pengalaman dalam menjual Aqiqah siap saji juga diterapkan dalam penjualan kurban. Masyarakat disediakan layanan kurban siap saji,

"Tentu sesuai syariat, kambing disembelih setelah salat Ied lalu selanjutnya kami olah menjadi masakan," ungkap Heri.

Menurutnya, pembelian hewan ternak kambing hidup hingga saat ini masih lebih banyak. "Masyarakat Surabaya masih menginginkan kurbannya diserahkan ke masjid di sekitar tempat tinggalnya. Karena kami mencoba memenuhi keinginan mereka," tambahnya.

Heri menambahkan, selama di lingkungan rumah juga ada orang-orang yang berhak mendapat Kurban. Penyaluran kambing kurban di lingkungan sekitar lebih dekat dengan sunnah Rosul.Next

Halaman 1 2

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%