Sabtu, 06/12/2008 15:40 WIB

Bus Nyungsep Sungai

Pengemudi Bus Restu Ugal-ugalan di Jalan foto

Samsul Hadi - detikNews
Bus nyungsep sungai/Samsul H
Nganjuk - Kecelakaan maut antara dua bus di jalur Nganjuk-Madiun, tepatnya di Desa Kalimati, Kecamatan Tanjung Anom, antara Bus Restu dan Sumber Kencono mengakibatkan puluhan penumpang mengalami luka berat dan ringan. Para korban menyebut, penyebab kecelakaan adalah ulah pengemudi Bus Restu yang ugal-ugalan.

"Kalau Sumber Kencono yang saya naiki pelan Mas, tapi kalau Bus Restu memang kencang banget," kata Sudirmanto (26), salah satu penumpang Bus Sumber Kencono kepada detiksurabaya.com di sela-sela mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara Nganjuk, Sabtu (6/12/2008).

Hal senada juga dikatakan Dwi Cahyono (24), satu-satunya korban luka berat dari Bus Restu. Dia mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapat 11 jahitan, serta pergelangan kaki dan tangannya terkilir.

"Sejak berangkat dari Madiun memang sudah terlihat ugal-ugalannya. Saya sendiri terus berdoa sepanjang penjalanan," ujar Cahyono sambil menahan rasa sakit di kepalanya.

Sementara data yang berhasil dihimpun dari pihak rumah sakit menyebutkan, korban luka yang saat ini menjalani perawatan mencapai 23 orang. Dari jumlah tersebut, 4 orang mengalami luka berat berupa luka robek akibat benturan di bagian kepala dan patah tulang. Sebelumnya diberitakan, korban luka mencapai belasan orang.

"Satu Mas yang patah tulang dan tampaknya memang parah. Dia sampai sekarang masih belum sadarkan diri," kata Febrianto, salah satu perawat di RS Bhayangkara Nganjuk.

Dari pantauan detiksurabaya.com di RS Bhayangkara Nganjuk menunjukkan, ke-23 korban saat dirawat di tempat seadanya. Bahkan akibat sedikitnya bangsal yang terdapat di Ruang UGD, sebagian korban harus menjalani perawatan di lantai rumah sakit.

Korban yang mengalami luka ringan, sebagian besar masih tampak shock berat. Tak sedikit diantara mereka yang masih anak-anak dan tampak menangis sesunggukan.

Secara terpisah, pengemudi Bus Sumber Kencono, Lamirin (38) berharap, pihak Bus Restu bersedia bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan, termasuk dengan menaggung seluruh biaya pengobatan korban luka di rumah sakit.

"Logikanya kan begitu, mereka yang menyebabkan kecelakaan ya semestinya harus tanggung jawab," ujar Lamirin saat ditemui detiksurabaya.com dengan kondisi kepala sudah diperban.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%