Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Kamis, 18/04/2013 10:01

Resep Bahagia Pasutri: Sering-seringlah Bercinta

Gb
Di dunia ini tidak semua hal bisa dibeli dengan uang, misalnya saja kebahagiaan. Tidak harus memiliki harta berlimpah untuk bahagia. Sebab sebuah studi memastikan kebahagiaan pasangan suami istri bisa didapat dari seringnya bercinta.

Kuliner

Sabtu, 13/04/2013 11:35

Pizza dari Biji Alpukat yang Menyehatkan

Gb
Pizza alpukat, mungkin banyak yang belum tahu. Memang pizza rasa baru itu belum populer. Namun sebentar lagi penganan dengan rasa baru dan tentu saja menyehatkan itu akan segera dikenal masyarakat.

Pelajar

Kamis, 21/03/2013 15:37

Pelajar SD Sidoarjo Ingatkan Krisis Air Bersih

Gb
Masyarakat Sidoarjo diingatkan agar waspada akan terjadinya krisis air bersih. Imbauan itu disampaikan puluhan siswa SD Al Muslim Sidoarjo dalam aksi simpatik peduli air.

Cari Penawaran Terbaik di Sini

Kamis, 04/12/2008 07:30 WIB

Korban Salah Tangkap

Keluarga Kemat dan Devid Sujud Syukur Sambut Putusan MA

Tamam Mubarrok - detikSurabaya



Ibunda Kemak dipeluk keluarga/Tamam
Jombang - Keluarga Imam Hambali alias Kemat dan Devid Eko Priyanto di Jombang, menyambut gembira keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan materi peninjauan kembali (PK) kasus pembunuhan Asrori.

Kabar itu membuat para tetangga di rumah Devid, mulai berdatangan. Mereka juga ikut senang mendengar kabar itu. Bahkan hingga Kamis (4/12/2008) pukul 00.45 WIB,
beberapa tetangga malah begadang di teras rumah orangtua Devid.

Kedua orang tua Devid Eko Priyanto, di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, juga mendapat kabar itu, dari para wartawan. "Syukur alhamdulillah, Devid segera bebas,"
kata ibu Devid, Siti Rohana (39), dengan menutup wajah sembari terisak.

Ayah Devid, Agus Sunarto (43), langsung memeluk isterinya sambil sama-sama terisak
tangis pula. Untuk sesaat, suasana haru menyelimuti keluarga buruh bangunan tersebut. "Saya sangat rindu dengan Devid," kata Agus.

Keluarga Kemat mendengar kabar jika MA mengabulkan materi PK kasus pembunuhan
Asrori, dari para wartawan. Suasana di rumah sederhana itu pun, berubah menjadi
tangis haru disertai gelak tawa riang tanda kegembiraan.

"Mak, Bik Mat iki arep metu tekan penjara," kata Ika Lisnawati (24), keponakan Imam
Hambali alias Kemat kepada ibu Hambali, Watini (72) di Desa Kalangsemanding,
Kecamatan Perak, Rabu (3/12/2008) malam.

Penjelasan Ika tentang kabar Kemat segera bebas dari penjara, membuat Watini
menitikkan air mata. Sementara ayah Kemat, Muhammad Hamim (76), hanya terpaku seolah tidak percaya jika anaknya segera dibebaskan.

Terpidana pembunuh Asrori, Hambali divonis 17 tahun penjara dan Devid 12 tahun
penjara oleh PN Jombang, medio Mei 2008 lalu. Namun MA mengabulkan PK yang diajukan keduanya, sebab Asrori dibunuh Very Idham Henyansyah alias Ryan. (gik/gik)



Share

Komentar terkini (0 Komentar)
Diskusi Cerdas Tanpa Batas bersama warga Surabaya di forum.detik.com regional Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Opak No. 12 Surabaya
Telp/ Fax: 031 568 0710

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: gilang[at]detik.com

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com