detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 11/11/2008 17:54 WIB

Jatim Punya Gubernur Baru

Merasa Dicurangi, Khofifah Tolak Hasil Pilgub Jatim video foto

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Khofifah/dok detiksurabaya
Surabaya - Kemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2008-2013 dimentahkan oleh rivalnya. Khofifah Indar Parawansa keberatan dengan hasil perhitungan yang diumumkan KPUD Jatim.

"Kami menolak hasil penghitungan dan melanjutkan proses hukumnya ke Mahkamah
Konstitusi (MK)," tegas Khofifah dalam jumpa pers yang digelar di Rumah Makan
Agis, Jalan Letjen Sudirman Bo 197, Surabaya, Selasa sore (11/11/2008).

Menurutnya, Pilgub Jatim kali ini merupakan pilkada langsung yang paling kotor yang pernah terjadi. Karena banyak ditemukan kecurangan di dalam prosesnya. Baik proses pilkadanya sendiri maupun proses penghitungan suara.

Khofifah mencontohkan, bukti pelanggaran yang ditemukan oleh timnya banyak
ditemukan di Madura. Seperti penghitungan dengan basis desa bukan TPS. Banyaknya formulir C1 yang dicoret dan ditipex. Selain itu ditemukan juga TPS yang dibuka di pinggir jalan.

Dia juga menyayangkan pernyataan panwas pada hari kedua pilkada dengan
mengatakan tidak ada kecurangan dalam pilkada kali ini. Padahal ditemukan banyak kecurangan di dalamnya.

Sementara salah satu tim pemenangan KaJi (Khofifah-Mudjiono), M Mirdasi menjelaskan bahwa penghitungan suara dilakukan di Hotel Mercure tidak mencerminkan demokrasi di Jatim. Karena tidak bisa diakses oleh masyarakat luas akibat pengamanan yang terlalu berlebihan.

"Saya pikir, presiden mau datang ke Surabaya kok pengamanannya ketat amat," kata Mirdasi menyindir.

Sedangkan tim pemenangan KaJi hari ini melayangkan surat protes ke KPUD Jatim. Tim pemenangan juga meminta agar pemilihan di wilayah Madura harus diulang. Karena di Maduralah banyak ditemukan praktek kecurangan seperti penambahan TPS di Sumenep, Pamekasan dan Sampang.

"Kalau dihitung ulang, tidak perlu melihat Jatim. Melihat Sumenep dan Pamekasan
saja sudah menang, KaJi pasti menang," tambahnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close