detikcom
Selasa, 11/11/2008 17:54 WIB

Jatim Punya Gubernur Baru

Merasa Dicurangi, Khofifah Tolak Hasil Pilgub Jatim video foto

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Khofifah/dok detiksurabaya
Surabaya - Kemenangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2008-2013 dimentahkan oleh rivalnya. Khofifah Indar Parawansa keberatan dengan hasil perhitungan yang diumumkan KPUD Jatim.

"Kami menolak hasil penghitungan dan melanjutkan proses hukumnya ke Mahkamah
Konstitusi (MK)," tegas Khofifah dalam jumpa pers yang digelar di Rumah Makan
Agis, Jalan Letjen Sudirman Bo 197, Surabaya, Selasa sore (11/11/2008).

Menurutnya, Pilgub Jatim kali ini merupakan pilkada langsung yang paling kotor yang pernah terjadi. Karena banyak ditemukan kecurangan di dalam prosesnya. Baik proses pilkadanya sendiri maupun proses penghitungan suara.

Khofifah mencontohkan, bukti pelanggaran yang ditemukan oleh timnya banyak
ditemukan di Madura. Seperti penghitungan dengan basis desa bukan TPS. Banyaknya formulir C1 yang dicoret dan ditipex. Selain itu ditemukan juga TPS yang dibuka di pinggir jalan.

Dia juga menyayangkan pernyataan panwas pada hari kedua pilkada dengan
mengatakan tidak ada kecurangan dalam pilkada kali ini. Padahal ditemukan banyak kecurangan di dalamnya.

Sementara salah satu tim pemenangan KaJi (Khofifah-Mudjiono), M Mirdasi menjelaskan bahwa penghitungan suara dilakukan di Hotel Mercure tidak mencerminkan demokrasi di Jatim. Karena tidak bisa diakses oleh masyarakat luas akibat pengamanan yang terlalu berlebihan.

"Saya pikir, presiden mau datang ke Surabaya kok pengamanannya ketat amat," kata Mirdasi menyindir.

Sedangkan tim pemenangan KaJi hari ini melayangkan surat protes ke KPUD Jatim. Tim pemenangan juga meminta agar pemilihan di wilayah Madura harus diulang. Karena di Maduralah banyak ditemukan praktek kecurangan seperti penambahan TPS di Sumenep, Pamekasan dan Sampang.

"Kalau dihitung ulang, tidak perlu melihat Jatim. Melihat Sumenep dan Pamekasan
saja sudah menang, KaJi pasti menang," tambahnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%