detikcom
Senin, 10/11/2008 08:41 WIB

14 Kecamatan di Sumenep Rawan Puting Beliung dan Longsor

Moh Hartono - detikNews
Sumenep - Saat musim hujan 2008, sebagian daerah di Kabupaten Sumenep, Madura siaga bencana alam puting beliung dan longsor. Dari 27 kecamatan, 14 diantaranya tergolong rawan bencana.

Ke-14 kecamatan yang saat ini mulai diwaspadai pihak Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) setempat yakni Kecamatan Kalianget, Kota, Saronggi, Bluto, Guluk-Guluk, Pasongsongan, Dasuk, Rubaru, Pragaan, Ambunten, Masalembu, Arjasa, Sapeken, dan Kangayan.

Sesuai dengan klasifikasinya, Kecamatan Kalianget, Saronggi, Dasuk, Ambunten, Arjasa dan kota merupakan langganan puting beliung terparah. Setiap tahun dapat dipastikan ada rumah warga yang diterjang puting beliung hingga rata dengan tanah. Bahkan, di Kecamatan Pragaan yang berbatasan dengan Kabupaten Pamekasan sering terjadi longsor.

Sejak musim hujan 2008 ini, di Kecamatan Arjasa sudah terjadi puting beliung, menelan korban jiwa dan kerugian materi.

Ketua Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Sumenep, Moch Dahlan menyarankan, masyarakat yang berada di rawan puting beliung dan longsor hendaknya selalu waspada jika hujan disertai angin kencang.

"Saya berharap masyarakat lebih tanggap dengan kondisi saat ini. Baik puting beliung maupun bencana alam lainnya yang setiap saat bisa terjadi," kata Dahlan kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan dr Cipto, Sumenep, Senin (10/11/2008).

Pihak Satlak PB sudah melakukan koordinasi dengan relawan bencana baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa. Agar setiap ada bencana hendaknya lebih tanggap dan melaporkan pada Satlak kabupaten.

"Di masing-masing daerah sudah ada petugas yang siaga dan dibekali dengan peralatan untuk membantu masyarakat bila sewaktu-waktu ada bencana. Mereka juga diminta secepat mungkin melaporkan pada Satlak kabupaten," kata Dahlan yang juga wakil bupati Sumenep ini.

Dia mengimbau masyarakat tanggap darurat. Artinya, masyarakat hendaknya dapat berbaur dengan relawan bencana alam saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, meski relawan bencana alam sudah terlatih dan dilengkapi dengan peralatan, tapi tetap butuh bantuan dari warga setempat.

"Meskipun Satlak selalu siaga, tapi kita tetap berharap dan berdoa semoga tidak ada bencana alam," ucapnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%