detikcom
Rabu, 17/09/2008 11:53 WIB

Lagi-lagi Polisi Tangkap Pasangan Mesum di Kamar Hotel

Samsul Hadi - detikNews
Kediri - Razia yang gencar digelar kepolisian Kediri di bulan suci ramadan, tampaknya tak membuat jera pasangan mesum. Ini terbukti dengan ditangkapnya 3 pasangan bukan suami istri yang tengah bermesraan di dalam kamar hotel.

Operasi cipta kondisi yang digelar untuk kesekian kalinya ini, dilakukan di Hotel Crown di Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri yang dikenal sebagai lokasi langganan pasangan bukan suami istri dalam mengumbar nafsunya.

3 Pasangan mesum yang terjaring adalah Gampang Widyanto (25), warga Jalan Kawi dan pasangannya Tabita (20) warga Desa Bangsongan, Adi (20) warga Jombang dan pasangannya Junarni (19) warga Desa Bendungan, Madiun, serta pasangan Darsono (48) warga Kelurahan Bandar Kidul dan Khomsyah (41) warga Desa Datengan, Kediri.

Kompol Juli Hermanto selaku Kabag Ops Polresta Kediri mengatakan, razia ini digelar sebagai rangkaian operasi cipta kondisi guna menghormati pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci ramadan.

"Meski razia ini sudah kesekian kalinya digelar, tapi tampaknya masyarakat belum jera. Ini akan terus kami gelar, agar pelaksanaan ibadah puasa dapat berjalan lancar," tegas Juli, saat ditemui detiksurabaya.com, di Mapolresta Kediri, Rabu (17/9/2008).

Ketiga pasangan mesum saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kediri. Mereka akan kembali dilepaskan, setelah sebelumnya diberikan bimbingan dan diwajibkan membuat surat pernyataan.

"Namun yang satu pasangan dari luar kota yang masih mahasiswa tersebut, akan kita panggil orang tuanya. Kita ingin sampaikan ke orangtua mereka,agar perbuatan tersebut tidak sampai terulang," ujar Juli.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%