detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 08/09/2008 19:22 WIB

Siswa SMP Petra Ciptakan Alat Pembuat Tempe

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Berawal dari keprihatinan dengan harga kedelai dan banyaknya home industri tempe yang gulung tikar, dua siswa SMP Kristen Petra III berhasil menciptakan alat fermentasi tempe. Alat ciptaan siswa SMP ini dapat mempersingkat waktu pembuatan tempe hanya menjadi 5 jam.

Alat fermentasi tempe ciptaan kedua siswa ini menyerupai box yang mempunyai pengatur temperatur suhu. Dengan begitu alat ini dapat mengefisienkan waktu pembuatan dengan meminimalisirkan waktu pembuatan tempe yang lamanya 36 jam.

Kedua siswa itu yakni Andika Setia Budi (15) yang kini duduk di kelas 10 SMU Kristen Petra II dan Samuel Stevanus Widodo (14) kelas 9 SMP Kristen Petra II Surabaya.

"Alat yang saya buat ini terdapat sebuah kotak yang lengkap dengan sensor pengatur suhu. Alat pengatur suhu itu mencapai 45 derajat celcius hingga 55 derajat celcius. Dalam waktu 3 jam sudah bisa menjadi tempe, tapi kandungan vitamin B1 dan vitamin B12 tidak keluar," kata salah satu siswa yang menciptakan alat, Andika Setia Budi kepada wartawan di ruang galeri SMP Petra II Surabaya, Jalan Manyar Tirtomoyo, Surabaya, Senin (8/9/2008).

Andika juga mengaku dirinya bersama Samuel menciptakan alat tersebut dalam rangka lomba karya ilmiah setahun lalu dan mendapatkan juara dua.

Sementara dalam proses pembuatan alat tersebut, kedua siswa penggemar tempe ini mengaku semmpat kesulitan dalam menentukan berapa suhu yang pas untuk pembuatan tempe dengan alat ciptaannya.

Selain alat ciptaannya dapat mempersingkat waktu pembuatan tempe menjadi hanya 5 jam, untuk biaya komponen elektro alat fermentasi tempe ini kedua siswa hanya mengeluarkan uang Rp 100 ribu dan bahannya dapat didapat di toko-toko komponen
elektro.

Dengan alat ciptaannya yang dapat meningkatkan efisiensi keuangan dan sumber daya manusia, kedua siswa ini mendapatkan tawaran kuliah gratis di UGM Yogyakarta dan IPB Bogor. Selain itu keduanya juga mendapat beasiswa selama SMU alias bebas biaya.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(bdh/bdh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%