Detik.com News
Detik.com
Senin, 08/09/2008 19:22 WIB

Siswa SMP Petra Ciptakan Alat Pembuat Tempe

Zainal Effendi - detikNews
Siswa SMP Petra Ciptakan Alat Pembuat Tempe
Surabaya - Berawal dari keprihatinan dengan harga kedelai dan banyaknya home industri tempe yang gulung tikar, dua siswa SMP Kristen Petra III berhasil menciptakan alat fermentasi tempe. Alat ciptaan siswa SMP ini dapat mempersingkat waktu pembuatan tempe hanya menjadi 5 jam.

Alat fermentasi tempe ciptaan kedua siswa ini menyerupai box yang mempunyai pengatur temperatur suhu. Dengan begitu alat ini dapat mengefisienkan waktu pembuatan dengan meminimalisirkan waktu pembuatan tempe yang lamanya 36 jam.

Kedua siswa itu yakni Andika Setia Budi (15) yang kini duduk di kelas 10 SMU Kristen Petra II dan Samuel Stevanus Widodo (14) kelas 9 SMP Kristen Petra II Surabaya.

"Alat yang saya buat ini terdapat sebuah kotak yang lengkap dengan sensor pengatur suhu. Alat pengatur suhu itu mencapai 45 derajat celcius hingga 55 derajat celcius. Dalam waktu 3 jam sudah bisa menjadi tempe, tapi kandungan vitamin B1 dan vitamin B12 tidak keluar," kata salah satu siswa yang menciptakan alat, Andika Setia Budi kepada wartawan di ruang galeri SMP Petra II Surabaya, Jalan Manyar Tirtomoyo, Surabaya, Senin (8/9/2008).

Andika juga mengaku dirinya bersama Samuel menciptakan alat tersebut dalam rangka lomba karya ilmiah setahun lalu dan mendapatkan juara dua.

Sementara dalam proses pembuatan alat tersebut, kedua siswa penggemar tempe ini mengaku semmpat kesulitan dalam menentukan berapa suhu yang pas untuk pembuatan tempe dengan alat ciptaannya.

Selain alat ciptaannya dapat mempersingkat waktu pembuatan tempe menjadi hanya 5 jam, untuk biaya komponen elektro alat fermentasi tempe ini kedua siswa hanya mengeluarkan uang Rp 100 ribu dan bahannya dapat didapat di toko-toko komponen
elektro.

Dengan alat ciptaannya yang dapat meningkatkan efisiensi keuangan dan sumber daya manusia, kedua siswa ini mendapatkan tawaran kuliah gratis di UGM Yogyakarta dan IPB Bogor. Selain itu keduanya juga mendapat beasiswa selama SMU alias bebas biaya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bdh/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%