detikcom
Selasa, 12/08/2008 17:08 WIB

Tokoh PETA Surabaya: Supriyadi Meninggal di Gunung Kelud foto

Budi Sugiharto - detikNews
detiksurabaya/Budi Sugiharto
Surabaya - Pengakuan Andaryoko Wisnu Prabu sebagai Supriyadi, pahlawan PETA, menimbulkan
kontroversi. Ketua Korp PETA dan Perintis Kemerdekaan Surabaya, Bodancho Soeroso,
meminta kepolisian untuk mengusutnya.

Jika Andaryoko terbukti berbohong, dia meminta Andaryoko ditangkap karena telah melakukan penipuan. Mantan anggota PETA yang dinas di Surabaya ini menyakini jika Supriyadi sudah meninggal saat pelariannya ke Gunung Kelud.

"Kalau ada yang mengaku-ngaku tangkap saja. Diperiksa dan dibuktikan. Supriyadi telah meninggal di Gunung Kelud," tegas Soeroso yang ditemui detiksurabaya.com di rumahnya di kawasan Karangmenur Surabaya, Selasa (12/8/2008).

Menurut ayah empat anak yang sudah berusia 84 tahun ini, kepastian Supriyadi telah meninggal itu berdasarkan keterangan dari kawan-kawannya seperjuangan, antara lain, Sudancho Suhadi yang merupakan karib Supriyadi saat di PETA Blitar.

"Kata Suhadi, dia pesan ke Supriyadi jika turun akan minta sarung secara utuh atau sobekannya saja. Tapi ditunggu-tunggu tak ada kabarnya setelah dia naik," ujarnya. Dengan alasan itulah, Soeroso yakin Supriyadi telah meninggal.

Soeroso yang sudah mendapat 16 penghargaan ini juga merasa tak kaget dengan adanya orang yang mengaku-ngaku sebagai Supriyadi. Apalagi mendekati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Seperti diketahui, Andaryoko Wisnu Prabu, seorang sepuh berusia 89 tahun yang tinggal di Semarang mengklaim sebagai Supriyadi. Dia memiliki bukti-bukti, termasuk foto saat dia masih di PETA. Dia juga menceritakan bagaimana dia kabur seusai pemberontakan pejuang PETA terhadap Jepang di Blitar pada Februari 1945.

Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/bdh)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%