Detik.com News
Detik.com
Jumat, 01/08/2008 11:40 WIB

Penghitungan Suara Pilgub Jatim Dimulai Usai Salat Jumat

Irawulan - detikNews
Penghitungan Suara Pilgub Jatim Dimulai Usai Salat Jumat
Surabaya - KPU Jatim hari ini akan mulai melakukan penghitungan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim. Penghitungan ini direncanakan dimulai pukul 13.00 WIB atau setelah setelah Salat Jumat.

Berbagai persiapan dilakukan oleh pihak KPU Jatim. Salah satunya adalah adanya petugas kepolisian yang berjaga sejak beberapa hari lalu.

Selain petugas kepolisian yang disiagakan, ruang tempat penghituangan suara juga sudah disiapkan. Kursi bagi tamu undangan juga sudah dipersiapkan.

Penghitungan ini akan dihadiri Pemprov Jatim, Panwas Jatim, anggota KPUD
se-Jatim serta saksi dari masing-masing calon gubernur.

"Hari ini kita melakukan penghitungan suara. Estimasi kita satu hari sudah bisa diketahui siapa pemenangnya, dan apakah perlu putaran kedua atau ketiga," kata Ketua Pokja Pemilihan dan Penghitungan Suara, Arif Budiman kepada
detiksurabaya.com, di KPU Jatim, Jalan Tanggulangin, Surabaya, Jumat (1/8/2008).

Sebelumnya, Ketua KPU Jatim Wahyudi Purnomo menjamin tidak akan ada penggelembungan suara dalam Pilgub Jatim.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%