Detik.com News
Detik.com

Kamis, 24/07/2008 18:27 WIB

Gubernur: Hasil Pilgub Jatim Tunggu KPUD

Irawulan - detikNews
Gubernur: Hasil Pilgub Jatim Tunggu KPUD
Surabaya - Gubernur Jatim Imam Utomo meminta masyarakat bersabar karena hasil perhitungan suara pemilihan gubernur (pilgub) Jatim belum tuntas.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan penghitungan yang sah adalah
penghitungan yang dilakukan oleh KPUD Jawa Timur bukan penghitungan cepat oleh sejumlah lembaga survei.

"Yang sah dan diakui oleh pemerintah dan masyarakat adalah penghitungan KPUD Jatim jadi bukan penghitungan karena quick count," kata Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (24/7/2008)sore.

Menurut Imam Utomo, pihaknya tidak mempercayai penghitungan cepat dikarenakan satu lembaga dengan lembaga lainnya berbeda. Ada yang satu persen, akurasi dua persen dan tiga persen. Bahkan kata Imam, pasangan KarSa dari hasil lembaga survei mencapai angka 31%.

"Jangan menjadi hatinya rakyat dan jangan sampai memukau rakyat. Toh kalau nanti itu ternyata benar ya silahkan. Bahwa satu diantara mereka ada yang mendekati semuanya," tandasnya.

KPUD Jatim, kata gubernur yang dua kali menjabat ini akan mulai penghitungan pada tanggal 4 Agustus mendatang.

Sebelumnya, sejumlah lembaga survei melakukan penghitungan cepat. Tiga lembaga survei yang memenangkan KarSa dan menempati Ka-Ji itu adalah Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lembaga Survei Nasional (LSN) dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(wln/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%