detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 19:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 26/03/2008 12:36 WIB

Akan Lantik Kades, Rumah Dinas Bupati Sumenep Didemo

Moh Hartono - detikNews
Sumenep - Ratusan warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan Sumenep berunjuk rasa di depan pintu masuk sebelah timur Rumah Dinas Bupati Sumenep, Ramdlan Siraj.

Unjuk rasa ini nyaris ricuh dan terjadi aksi dorong-dorongan antara pendemo dengan petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) yang dibantu puluhan polisi.

Aksi tersebut terpaksa dilakukan warga, sebab ada rencana pelantikan kepala desa setempat, Abd Halim, oleh bupati tanggal 28 Maret 2008 mendatang. Padahal yang bersangkutan masih menjalani proses hukum dalam kasus penggelapan beras warga miskin (raskin).

Proses hukum yang dijalani kades yang masih aktif menjabat itu, semula dituntut 5 tahun dan diputus 10 bulan oleh majelis hakim PN Sumenep. Jaksa tidak terima dan mengajukan banding, malah diputus bebas.

Tidak puas dengan keputusan banding tersebut, kini kasusnya dalam proses kasasi. Karena masih dalam proses hukum inilah membuat warga marah dengan rencana pelantikan yang akan dilakukan bupati.

Aksi warga itu semakin memanas ketika ratusan pengunjuk rasa tidak ditemui oleh bupati maupun stafnya. Warga yang sudah beringas itu mengeluarkan kata-kata kotor dan memilih bertahan di depan pintu masuk rumdis bupati, jalan Panglima Sudirman.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Abd Rahim mengatakan, aksi warga Desa Prancak yang tergabung dalam Forum Pemuda Prancak merupakan puncak kemarahan warga. Sebab aspirasinya yang disalurkan melalui Pemerintahan Desa Pemkab setempat tidak pernah digubris.

"Jangankan aspirasi warga mendapat tanggapan dari bupati maupun stafnya, di dengar saja tidak. Hal itu dibuktikan dengan rencana pelantikan terhadap kades yang sudah jelas terbukti kasus penggelapan raskin," ujar Abd Rahim kepada wartawan.

Menurut dia, warga tetap akan menolak pelantikan kades yang masih tersangkut hukum. Sebab, ketetapan hukum adalah segala-galanya. "Sampai kapanpun kami menolak kades bermasalah," tegasnya.

Para pengunjuk rasa hingga pukul 11.45 WIB tetap bertahan di depan pintu masuk rumdis bupati dengan pengawalan ketat polisi.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(fat/fat)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%