detikcom
Rabu, 26/03/2008 12:36 WIB

Akan Lantik Kades, Rumah Dinas Bupati Sumenep Didemo

Moh Hartono - detikNews
Sumenep - Ratusan warga Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan Sumenep berunjuk rasa di depan pintu masuk sebelah timur Rumah Dinas Bupati Sumenep, Ramdlan Siraj.

Unjuk rasa ini nyaris ricuh dan terjadi aksi dorong-dorongan antara pendemo dengan petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) yang dibantu puluhan polisi.

Aksi tersebut terpaksa dilakukan warga, sebab ada rencana pelantikan kepala desa setempat, Abd Halim, oleh bupati tanggal 28 Maret 2008 mendatang. Padahal yang bersangkutan masih menjalani proses hukum dalam kasus penggelapan beras warga miskin (raskin).

Proses hukum yang dijalani kades yang masih aktif menjabat itu, semula dituntut 5 tahun dan diputus 10 bulan oleh majelis hakim PN Sumenep. Jaksa tidak terima dan mengajukan banding, malah diputus bebas.

Tidak puas dengan keputusan banding tersebut, kini kasusnya dalam proses kasasi. Karena masih dalam proses hukum inilah membuat warga marah dengan rencana pelantikan yang akan dilakukan bupati.

Aksi warga itu semakin memanas ketika ratusan pengunjuk rasa tidak ditemui oleh bupati maupun stafnya. Warga yang sudah beringas itu mengeluarkan kata-kata kotor dan memilih bertahan di depan pintu masuk rumdis bupati, jalan Panglima Sudirman.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Abd Rahim mengatakan, aksi warga Desa Prancak yang tergabung dalam Forum Pemuda Prancak merupakan puncak kemarahan warga. Sebab aspirasinya yang disalurkan melalui Pemerintahan Desa Pemkab setempat tidak pernah digubris.

"Jangankan aspirasi warga mendapat tanggapan dari bupati maupun stafnya, di dengar saja tidak. Hal itu dibuktikan dengan rencana pelantikan terhadap kades yang sudah jelas terbukti kasus penggelapan raskin," ujar Abd Rahim kepada wartawan.

Menurut dia, warga tetap akan menolak pelantikan kades yang masih tersangkut hukum. Sebab, ketetapan hukum adalah segala-galanya. "Sampai kapanpun kami menolak kades bermasalah," tegasnya.

Para pengunjuk rasa hingga pukul 11.45 WIB tetap bertahan di depan pintu masuk rumdis bupati dengan pengawalan ketat polisi.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%