Detik.com News
Detik.com
Selasa, 25/03/2008 16:38 WIB

Eit, Istri Sah Malah Diamuk Wanita Simpanan

Steven Lenakoly - detikNews
Surabaya - Lazimnya bila sebuah rumah tangga ada pihak ketiga, yang wajib marah adalah istri sahnya. Namun pendapat itu tidak berlaku di benak Mery.

Mery (28) warga Sedati Sidoarjo, adalah Wanita Idaman Lain (WIL) Samidi (40) sejak tahun 2006. Rahasia berdua itu berhasil disimpan selama dua tahun lebih. Namun hingga Senin (24/3/2008) kemarin kisah cinta diendus oleh istri sah Samidi, Sri Mariana (33).

Uniknya, meski telah mengetahui kisah cinta bawah tangan itu Sri tidak naik pitam. Dia bahkan mengajak bicara Mery dengan kepala dingin. Namun undangan itu malah ditanggapi lain oleh perempuan berambut sebahu yang masih membujang ini.

Undangan itu memang dipenuhi oleh Mery. Dia datang ke rumah Sri dan Samidi di kawasan Rungkut Tengah. Setelah berbincang sebentar, Mery lantas marah-marah dan menuduh telah merusak kisah cintanya.

Tidak puas dengan perang mulut, Mery pergi ke dapur Sri dan mengambil pisau dapur. Pisau itu digunakan untuk menakut-nakuti Sri.

"Tidak ada niat untuk ditusukkan atau mencelakai Sri," kata Mery kepada wartawan di Mapolsek Rungkut Jalan KH Abdul Karim, Selasa (25/3/2008).

Sementara Kapolsek Rungkut, AKP Prajitno mengaku akibat perbuatan itu Sri Mariana yang ketakutan melaporkan Mery ke Polsek Rungkut. Mery pun diciduk dan harus mendekam di balik terali besi Polsek Rungkut.

Barang bukti yang didapatkan polisi antara lain pisau dapur dengan panjang 10 cm. Mery terjerat UU Darurat pasal 12 tahun 1951 tentang senjata tajam dengan hukuman maksimal 15 tahun.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(stv/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%