detikcom
Selasa, 19/02/2008 13:44 WIB

Rusak Rumah Warga, Anggota Perguruan Silat Ditangkap

Tata Budiman - detikNews
Bojonegoro - Polres Bojonegoro menangkap seorang pelaku perusakan rumah warga, yaitu Saimin (25), warga Desa Gramang, Kecamatan Modo, Lamongan.

Saimin bersama sekitar 20 anggota perguruan silat setia hati terate (PSHT) merusak rumah seorang anggota perguruan kera sakti (KS) bernama Sarjono (45), warga Desa Telogoagung, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.

Konflik antar anggota perguruan silat dipicu dengan perkataan saling ejek pada Senin (18/2/2008) kemarin. Sekitar 20 anggota PSHT mengendarai sepeda motor bermaksud melabrak Sarjono. Lantaran Sarjono tidak mau menanggapi, maka mereka melempari rumah Sarjono dengan batu dan kayu.

Akibatnya, seluruh kaca dan genteng pecah serta beberapa perabot rumah rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedangkan Sarjono hanya alami luka memar terkena lemparan batu.

Melihat rumah Sarjono diserbu dengan kekuatan tak seimbang, spontan warga sekitar berdatangan untuk membubarkan kelompok PSHT. Sejurus kemudian anggota PSHT kabur melarikan diri. Namun apes, sepeda motor Saimin tidak bisa dihidupkan dan dengan mudah warga menangkapnya lalu menyerahkan pada Polsek Kedungadem.

"Saya ikut melempar batu. Saya hanya diajak sama teman saya. Teman saya disuruh sama orang, tapi saya nggak kenal," terang Saimin yang sehari-hari bekerja sebagai kernet truk pada polisi, Selasa (19/2/2008).

Sementara, polisi sendiri belum yakin kasus perusakan ini dipicu oleh konflik antar perguruan silat. Berdasar keterangan dari Saimin, polisi sedang memburu beberapa nama yang diduga sebagai penggerak aksi perusakan rumah Sarjono.

"Memang pelaku maupun korban adalah anggota perguruan silat. Namun kita masih mendalami kasus ini. Proses penyidikan terus dilanjutkan dan beberapa nama masih kita cari," jelas Kabag Bina Mitra Polres Bojonegoro, Kompol Hadi Suryo pada detiksurabaya.com usai mengikuti penyidikan atas tersangka Saimin.

Konflik antar perguruan silat acap terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Sepanjang tahun 2007 lalu, sedikitnya 2 kali terjadi tawuran antara anggota perguruan silat setia hati terate (PSHT) dengan perguruan pagar nusa (PN).

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%