Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 22/12/2007 09:12 WIB

Menengok 'Makam' Ayah Joko Tingkir (2)

Melahirkan Prokontra, Pesarean Ataukah Sekedar Petilasan

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Halaman 1 dari 2
Melahirkan Prokontra, Pesarean Ataukah Sekedar Petilasan
Surabaya - Status pesarean Ki Ageng Pengging sempat dipersoalkan. Bukan karena status kepemilikan tanahnya, melainkan status apakah makam itu merupakan pesarean ataukah petilasan.

Seperti diketahui, pesarean merupakan sebuah tempat jasad dari seseorang dimakamkan atau dikuburkan di situ. Sedangkan petilasan bisa diartikan sebagai suatu tempat seseorang yang mempunyai kelebihan pernah berkhalawat, menyepi atau bersemedi sehingga mendapatkan suatu petunjuk ghaib.

Dalam kasus ini, sebagian orang berpendapat bahwa makam yang ada di Jalan Ngagel 87 tersebut merupakan petilasan dari Ki Ageng Pengging. Makam asli dari Ki Ageng sendiri ada di Pengging, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Saat itu Ki Ageng Pengging menemui ajal di tangan Sunan Kudus di rumahnya sendiri, karena dianggap telah mengikuti aliran sesat yang diajarkan Syekh Siti Jenar.

Namun pemilik pesarean, Erwin Sosrokusumo, tetap menganggap bahwa makam tersebut merupakan sebuah pesarean dan bukan sebuah petilasan.

"Ki Ageng meninggal di situ dan jasadnya muksa (musnah)," ujar Erwin kepada detiksurabaya.com, Sabtu (22/12/2007), tanpa menyebut dengan jelas sebab kematian Ki Ageng Pengging.

Pro kontra itu berbuntut kemarahan sejumlah orang. Belum lama ini, juru kunci pesarean, Nur Yasin, sempat didatangi 3 orang yang mengaku sebagai wartawan sebuah harian cetak nasional terbitan Surabaya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%