Detik.com News
Detik.com

Senin, 10/12/2007 22:26 WIB

PDIP Tak Tersinggung Banner Anti Korupsi Kejari

Steven Lenakoly - detikNews
PDIP Tak Tersinggung Banner Anti Korupsi Kejari
Surabaya - Pemasangan banner anti korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di reklame yang ada banner bergambar 4 tokoh PDIP di Jembatan Gubeng tidak membuat partai pimpinan Megawati Sukarnoputri ini tersinggung.

Justru PDIP menangkap kesan bahwa tokoh 4 tokoh PDIP yang fotonya ada di banner yang disebagian ditutupi oleh banner milik Kejari itu contoh tokoh yang bersih dan terbebas korupsi.

"Mungkin justru yang dimaksud pemasangan banner yang menumpuk di banner kampanye bersepeda itu adalah keempat tokoh itu bebas korupsi," kata Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Krisnadi Nasution ketika dengan santainya ketika dihubungi detiksurabaya.com, Senin (10/12/2007).

Menurutnya PDIP tidak akan melakukan langkah apapun terkait dengan banner itu. Banner tersebut dianggap sebagai sesuatu biasa. "Biasa sajalah. Tidak perlu kebakaran jenggot," tegasnya.

Ia meminta kepada siapapun yang melihat banner itu tidak mengartikan negatif. Memang kalau dilihat, banner itu dipasang di atas gambar 4 tokoh PDIP yaitu Ketua Komisi C DPRD Surabaya Armudji, Walikota Surabaya Bambang DH, calon Gubernur Jatim Soetjipto dan Ketua Koni Surabaya Saleh Ismail Mukadar seolah-olah mereka pelaku korupsi."Jangan salah asumsi. Kita tanggapi positif aja," katanya.

Foto: Banner milik Kejari yang menumpuk dengan banner kampanye bersepeda bergambar 4 tokoh PDIP sebelum dicopot./Steven
(stv/gik)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%