detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Senin, 10/12/2007 22:26 WIB

PDIP Tak Tersinggung Banner Anti Korupsi Kejari

Steven Lenakoly - detikNews
Surabaya - Pemasangan banner anti korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di reklame yang ada banner bergambar 4 tokoh PDIP di Jembatan Gubeng tidak membuat partai pimpinan Megawati Sukarnoputri ini tersinggung.

Justru PDIP menangkap kesan bahwa tokoh 4 tokoh PDIP yang fotonya ada di banner yang disebagian ditutupi oleh banner milik Kejari itu contoh tokoh yang bersih dan terbebas korupsi.

"Mungkin justru yang dimaksud pemasangan banner yang menumpuk di banner kampanye bersepeda itu adalah keempat tokoh itu bebas korupsi," kata Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Krisnadi Nasution ketika dengan santainya ketika dihubungi detiksurabaya.com, Senin (10/12/2007).

Menurutnya PDIP tidak akan melakukan langkah apapun terkait dengan banner itu. Banner tersebut dianggap sebagai sesuatu biasa. "Biasa sajalah. Tidak perlu kebakaran jenggot," tegasnya.

Ia meminta kepada siapapun yang melihat banner itu tidak mengartikan negatif. Memang kalau dilihat, banner itu dipasang di atas gambar 4 tokoh PDIP yaitu Ketua Komisi C DPRD Surabaya Armudji, Walikota Surabaya Bambang DH, calon Gubernur Jatim Soetjipto dan Ketua Koni Surabaya Saleh Ismail Mukadar seolah-olah mereka pelaku korupsi."Jangan salah asumsi. Kita tanggapi positif aja," katanya.

Foto: Banner milik Kejari yang menumpuk dengan banner kampanye bersepeda bergambar 4 tokoh PDIP sebelum dicopot./Steven

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(stv/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%