Detik.com News
Detik.com
Kamis, 15/11/2007 10:23 WIB

Ulang Tahun Marinir ke-62 Dihibur Atraksi Terjun Payung

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Korps Marinir hari ini genap berusia 62 tahun. Upacara peringatan HUT ini dipusatkan di lapangan Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karang Pilang, Surabaya, Kamis (15/11/2007). Upacara ini nantinya akan dipimping langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya Sumardjono. HUT ke-62 korps baret ungu dihadiri Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Bambang Suranto, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Nono Samporno, Kapolda Jatim Irjen Pol Herman Suryadi Sumawiredja serta dihadiri oleh Komandan Wing Udara Marinir Amerika untuk Asia Pasifik Mayjen Robert Schmidle . Dalam upacara HUT ini akan disuguhkan devile pasukan, parade senjata dan atraksi terjun payung dari 62 pasukan dari Korps Marinir. Sementara itu upacara ini juga menjadi tontonan masyarakat sekitar. Masyarakat terlihat menonton dari luar pagar lapangan. Udara Surabaya yang lumayan panas tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mengikuti upacara dan melihat atraksi yang dilakukan oleh pasukan baret ungu.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(wln/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%