Sabtu, 03/11/2007 19:41 WIB

Satlak: Gunung Kelud Belum Meletus

Rita Zoelkarnaen - detikNews
Blitar - Meski kondisi Gunung Kelud ibaratnya sudah hamil tua dan tinggal menunggu detik-detik melahirkan, namun sampai pukul 19.00 WIB, Sabtu (3/11/2007) belum terjadi letusan dari puncak Kelud. Kondisi tersebut seperti yang dikonfirmasikan Humas Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP) Kabupaten Blitar Sukamtono kepada petugas Pos Pantau Margomulyo yang sudah turun ke Ngancar Kediri, Umar Rosadi. "Khusus untuk apakah Kelud benar-benar sudah meletus atau belum, warga Blitar jangan percaya informasi dari manapun dan siapapun selain dari Satlak. Dan begitu Kelud benar-benar meletus, Satlak pasti akan memberikan informasi resmi saat itu juga melalui berbagai cara," tegas Sukamtono saat dikonfirmasi detiksurabaya.com sekitar pukul 19.00 WIB. Pantauan detiksurabaya.com di lapangan, sekitar pukul 17.00 WIB tadi sore terjadi kepanikan luar biasa di wilayah Kabupaten Blitar. Penyebabnya, munculnya berita di televisi swasta nasional bahwa Gunung Kelud sudah meletus. Akibat pemberitaan tersebut, bahkan warga yang panik mengungsi ada yang mengalami kecelakaan. Seperti yang terjadi di Desa Kedawung Kecamatan Nglegok, terjadi kecelakaan antara dua pengendara sepeda motor. Lebih lanjut Sukamtono menjelaskan, informasi letusan Kelud akan disampaikan dengan berbagai cara. Antara lain dengan langsung menyiarkan melalui radio-radio yang ada di Blitar, membunyikan seluruh sirine dan titir (memukul kentongan bambu maupun besi - red).

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(gik/gik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%