detikcom
Sabtu, 03/11/2007 16:02 WIB

Saksi Yehova Bukan Lagi Ajaran 'Sesat' dalam Kristen

Tamam Mubarrok - detikNews
Mojokerto - Saksi Yehova dalam ajaran Kristen, pernah dianggap sesat oleh gereja-geraja, sehingga dilarang pemerintah, termasuk di Mojokerto. Namun di masa Presiden Abdurrahman Wahid, Saksi Yehova diakui oleh pemerintah dan tidak lagi dianggap sesat. Demikian penjelasan Ketua Gereja Kristen Indonesia (GKI), Pendeta Simon Filantropa, kepada detiksurabaya.com, Sabtu (3/11/2007). Penjelasan Pendeta Simon ini untuk menanggapi pernyataan Pendeta Markus Kustardjo, yang menyatakan Saksi Yehova, sebagai ajaran sesat. Menurut Pendeta Simon, di Mojokerto memang terdapat pengikut Saksi Yehova, meski tidak diketahui jumlah persisnya. Saksi Yehova juga tidak memiliki gereja tetap. Namun Saksi Yehova sudah diakui sebagai salah satu sinode di bawah Bimas Kristen Departemen Agama RI. Tentang ajaran 'Children of God', Pendeta Simon malah pesimis di Mojokerto terdapat pengikutnya. "Kalau di Surabaya, kabarnya memang pernah ada, tapi saya juga tidak tahu persis. Kalau di Mojokerto, malah saya tidak pernah dengar ada pengikutnya," jelas pria murah senyum ini. Menyinggung perbedaan ajaran Saksi Yehova dan 'Children of God' dengan mayoritas ajaran Kristen, Pendeta Simon dengan halus mengelak berkomentar. "Jangan lah, beta ndak ingin komentar soal ajaran lain, ndak etis," kata Pendeta Simon sembari tertawa ringan. Sebelumnya, Pendeta Markus Kustardjo dari Gereja Jemaat Kristen Indonesia (GJKI) menyatakan, penyimpangan kemurnian ajaran, tidak hanya terjadi dalam Islam. Di Mojokerto, terdapat Saksi Yehova dan 'Children of God', yang dinyatakan sesat oleh gereja.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bdh/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%