detikcom
Senin, 17/09/2007 10:40 WIB

Topan Wipha Tak Pengaruhi Tinggi Gelombang Laut

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Meski angin topan Wipha bertiup kencang di Jepang, namun angin yang terdeteksi di posisi 29 derajat LU itu tidak mempengaruhi keadaan gelombang di perairan Indonesia khususnya perairan Jatim. "Para nelayan dan dunia pelayaran tak perlu khawatir. Gelombang hari ini juga lebih rendah dari kemarin," ujar prakirawan BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Giek Sugiharto, kepada detiksurabaya.com, Senin (17/9/2007). Gelombang agak tinggi hanya terjadi di Laut Jawa dengan ketinggian 1,3-3 meter. Tinggi gelombang itu lebih rendah 0,5 meter dibandingkan hari-hari kemarin. Sedangkan di perairan lain, tinggi gelombang maksimal hanya setinggi 2,5 meter. Seperti di perairan Bawean dan Samudera Hindia bagian Selatan Jatim dengan tinggi gelombang 1,3-2,5 meter. Di tempat lain tinggi gelombang masih normal berkisar antara 0,2 hingga 2 meter, seperti Selat Madura 0,2-1,3 meter, Selat Bali 0,5-1,5 meter dan Perairan Kangean 1,3-2 meter. Sementara itu, pasang surut permukaan air cenderung turun dengan ketinggian maksimum hanya 80 centimeter pada pukul 01.00 WIB dan ketinggian minimum -70 centimeter pada pukul 07.00 centimeter.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(iwd/mar)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%