detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 17/09/2007 10:40 WIB

Topan Wipha Tak Pengaruhi Tinggi Gelombang Laut

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Surabaya - Meski angin topan Wipha bertiup kencang di Jepang, namun angin yang terdeteksi di posisi 29 derajat LU itu tidak mempengaruhi keadaan gelombang di perairan Indonesia khususnya perairan Jatim. "Para nelayan dan dunia pelayaran tak perlu khawatir. Gelombang hari ini juga lebih rendah dari kemarin," ujar prakirawan BMG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Giek Sugiharto, kepada detiksurabaya.com, Senin (17/9/2007). Gelombang agak tinggi hanya terjadi di Laut Jawa dengan ketinggian 1,3-3 meter. Tinggi gelombang itu lebih rendah 0,5 meter dibandingkan hari-hari kemarin. Sedangkan di perairan lain, tinggi gelombang maksimal hanya setinggi 2,5 meter. Seperti di perairan Bawean dan Samudera Hindia bagian Selatan Jatim dengan tinggi gelombang 1,3-2,5 meter. Di tempat lain tinggi gelombang masih normal berkisar antara 0,2 hingga 2 meter, seperti Selat Madura 0,2-1,3 meter, Selat Bali 0,5-1,5 meter dan Perairan Kangean 1,3-2 meter. Sementara itu, pasang surut permukaan air cenderung turun dengan ketinggian maksimum hanya 80 centimeter pada pukul 01.00 WIB dan ketinggian minimum -70 centimeter pada pukul 07.00 centimeter.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(iwd/mar)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%