Detik.com News
Detik.com

Kamis, 30/08/2007 14:52 WIB

Kapal Latih Baruna Dibobol Maling Saat Sandar

Irwan Yulianto - detikNews
Situbondo - Sejumlah perangkat kapal latih milik Pemkab Situbondo, Jatim, dijarah pencuri. Padahal, kapal tersebut diserahterimakan dari kontraktor. Kerugian yang timbul akibat aksi pembobolan kapal latih senilai Rp 1 miliar lebih tersebut mencapai Rp 50 juta. Selain perangkat navigasi kapal, beberapa barang yang dijarah dari kapal latih Baruna itu adalah perlengkapan tidur anak buah kapal, sebuah mesin cold storage, perangkat penyelamat dan beberapa barang meja tulis kantor di dalamnya. "Tentu saja hal ini kita permasalahkan dan akan kita usut. Apalagi hingga saat ini status kapal ini masih belum diserahterimakan kepada pemkab dari pihak ketiga, yakni PT Marulin Maju Utama," jelas Ketua Komisi B DPRD Situbondo, Zainurrachman, kepada detiksurabaya.com saat melakukan sidak ke Pelabuhan Kalbut, Kamis (30/8/2007). Zainurrachman melihat, ada keganjilan pada raibnya peralatan navigasi dan beberapa perlengkapan kapal latih Baruna itu. Selain, tidak banyak ditemukan adanya kerusakan bekas pembobolan, ternyata kunci pintu masuk ke kabin kapal ada di tangan seorang nelayan Kalbut. "Ada yang ganjil. Anda tadi lihat sendiri kan, bagaimana barang-barang yang ada di dalam kapal itu bisa raib sementara untuk masuk ke dalam kabinnya saja dibutuhkan anak kunci yang ternyata dititipkan pada nelayan Kalbut. Aneh memang," timpal KH Mawardi S, seorang anggota Komisi B yang ikut sidak ke atas geladak kapal itu. Atas raibnya perangkat navigasi kapal latih yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Situbondo tersebut, Dinas Perikalanan dan Kelautan Pemkab Situbondo telah melaporkannya ke Polsek Mangaran. Meski belum ada yang ditahan, namun belasan nelayan Kalbut pun diperiksa oleh polisi. "Beruntung beberapa perangkat kapal yang harganya cukup mahal seperti mesin dan alat penunjuk dan pencari sasaran (GPS) berhasil kita temukan dan dikembalikan oleh nelayan," jelas, Ir Wiwiek Sri Handayani, ketua pelaksana Proyek Pengadaan Kapal Latih Baruna pada Dinas Perikanan dan Kelautan.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mar/mar)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%