Senin, 06/08/2007 15:47 WIB

Gunung Semeru Meletup

Fatichatun Nadhiroh - detikNews
Surabaya - Lagi-lagi Gunung Semeru meletup. Fenomena ini terjadi sekitar pukul 09.01 WIB Senin (6/8/2007), Gunung Semeru mengeluarkan letusan disertai hawa panas. Setiap hari Gunung Semeru selalu meletus tiap 15 hingga 30 menit, namun letupan hari ini baru muncul setelah 40 menit. "Mungkin karena belum meletus dalam 30 menit, akhirnya terjadi letusan dan tadi terdengar agak besar," kata Pengawas Pos Gunung Sawur, Parno saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (6/8/2007). Meski meletus dalam simpangan gelombang atau tekanan gelombang 33 milimeter, namun tidak mengganggu aktivitas para penduduk. Hanya saja, dihimbau bagi para pendaki dan penduduk di sekitar yang bertempat tinggal dekat sungai agar waspada. Namun sayang, secara visual aktivitas Gunung Semeru tidak bisa dilihat. Sebab sudah 3 hari ini tertutup kabut dan kondisi selalu mendung. "Biasanya, tiap letusan selalu disertai hujan abu atau pasir tapi hanya suara saja. Meski begitu getaran ini tergolong kecil, malah masyarakat tidak bisa merasakan letusan tadi," tambahnya. Dia menambahkan, aktivitas letusan yang terjadi merupakan ciri khas aktivitas Gunung Semeru sehari-hari dan tidak membahayakan masyarakat sekitarnya. Sementara itu, Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Joko Prihatno membenarkan terjadinya letusan gunung tersebut. "Dari informasi 50 pendaki yang sudah turun, letusan itu tidak mengganggu. Bahkan para pendaki bisa turun dalam kondisi sehat dan selamat," tambahnya. Menurutnya, saat ini status gunung Semeru tetap diwaspadai, meski tidak ada pelarangan untuk mendaki. Bahkan pihaknya sedang mempersiapkan panitia menyambut upacara Hari Kemerdekaan RI.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fat/mar)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%