Detik.com News
Detik.com
Rabu, 04/07/2007 16:40 WIB

Awas... Kantor Pemkot Surabaya 'Berhantu'

Steven Lenakoly - detikNews
Surabaya - Jika di ITC Mega Grosir dikabarkan berhantu sehingga mengakibatkan jatuhnya korban manusia, begitu juga di Pemkot Surabaya, sama-sama berhantu. Tapi, 'hantu' di kantor humas ini tidak memakan korban manusia, melainkan sepeda motor gres. "Kok ilang terus, jangan-jangan ada hantunya," kelakar Yudha, staf Humas Pemkot Surabaya kepada wartawan di halaman kantor humas, Rabu (4/07/2007) Hari ini, sepeda motor Honda Kharisma hitam nomor polisi L 4298 QD milik Ida, salah satu reporter radio swasta hampir dicuri. Kunci gembok khusus piringan cakram sudah ditemukan dalam keadaan patah jadi dua bagian. Ida yang melihat motornya hampir dicuri, hanya terperangah tidak mampu berbicara. Perempuan berjilbab ini tidak mampu mengutarakan sepatah katapun. Parasnya menunjukkan kepasrahan dan kebingungan apa yang akan diperbuat. Kejadian yang menimpa Ida merupakan kejadian ke empat dalam dua bulan terakhir. Tiga motor berhasil digondol oleh pencuri. Dua di depan kantor Dinas Bina Marga dan Pematusan, yang bersebelahan dengan humas dan satu motor hilang di depan kantor humas. Seandainya halaman Pemkot Surabaya benar-benar ber'hantu'? Hi...seram...

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(stv/bdh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%