Rabu, 27/06/2007 20:12 WIB

Sediakan Layanan 'Plus' Kartika Digrebek

Zainal Effendi - detikNews
Surabaya - Berkedok sebagai panti pijat tradisional, Panjat plus 'Kartika' di kompleks Andika digrebek Unit Judisusila Polda Jatim Selasa malam. Dalam penggrebekan itu polisi mendapatkan beberapa barang bukti berupa sekotak kondom baru serta kondom yang habis dipakai. Selain mengamankan barang bukti, petugas juga menggiring 4 tersangka yang merupakan pemilik dan pengelola panji pijat tersebut. Ke-4 orang yang ditahan terdiri dari, Kristono Ponco Nugroho (43) sebagai pemilik, Ajis Wijaya (49) sebagai manager operasional, Trisna Ningsih alias Mami Endah (35) dan Siti Fatimah (25) bertugas sebagai kasir. "Kita melakukan penggrebekan berasal dari informasi masyarakat yang mencurigai jika didalam panti pijat itu juga terjadi praktek asusli," kata Kanit Judisusila Polda Jatim AKP Anwar Nasir kepada wartawan di Mapolda Jl. Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (27/6/2007). Ketika ditanya wartawan, Apa bukti dari kepolisian jika didalam terjadi tindak asusila ? Anwar pun menjawab,"Memang saat penggrebekan kita tidak temukan praktek asusila. Namun setelah kita lakukan penggeledahan di beberapa kamar, anggota kita menemukan bekas kondom yang masih ada sisa spermanya ditong sampah." "Namun tak hanya itu, saat kita tunjukan bukti yang kita dapat, tersangka Kristono Ponco Nugroho tak bisa mengelak, setelah kita tunjukkan bekas kondom yang masih ada sisa spermanya," tambah Anwar. Sedangkan barang bukti yang diamankan,diantaranya, uang tunai Rp 2,5 juta, absensi karyawan, buku tamu, sekotak kondom beserta 7 kondom bekas yang masih ada spermanya pun ikut diamankan oleh petugas untuk dijadikan barang bukti. Sementara, pengakuan 17 karyawan yang dimintai keterangan sebagai saksi, menurut Anwar para pemijat hanya mendapatkan upah 20 % dari tarif sebesar Rp 250-300 ribu untuk pijatnya. Sedangkan kalau sama "plusnya" (bermain sex) para pengguna jasa tinggal menambah biaya sebesar Rp 125 ribu. Anwar menambahkan, panti pijat plus tersebut beromzet Rp 2-3 juta perbulan. Mereka baru buka 3 bulan lalu. Akibat bisnis esek-esek yang berkedok panti pijat dikelola oleh tersangka keburu digrebek petugas akhirnya para tersangka tak lagi bisa menerima tamu namun sebaliknya, harus rela mendekam di sel tahanan Polda Jatim untuk menunggu proses peradilan. Selain harus meringkuk didalam hotel prodeo mereka juga dikenakan pasal 501 KUHP tentang yang mencari keuntungan dari memperdayai wanita dengan hukuman maksimal 5 tahun dengan denda Rp 50 juta.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ze/bdh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%