Detik.com News
Detik.com
Selasa, 17/03/2015 11:03 WIB

Tak Ada Penutupan Arus Selama Pembangunan Jalan Layang TransJ di Tendean

Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tak Ada Penutupan Arus Selama Pembangunan Jalan Layang TransJ di Tendean
Jakarta - Proyek pembangunan jalan layang khusus TransJakarta Tendean-Ciledug yang sudah dimulai sejak awal Februari lalu, menimbulkan kemacetan di ruas Jl Kapten Tendean, Mampang, Jaksel. Selama proses pembangunan tersebut, polisi memastikan tidak ada penutupan arus lalulintas di Jl Kapten Tendean.

"Penutupan jalan tidak ada, berlaku normal saja," kata Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Warsinem kepada detikcom, Selasa (17/3/2015).

 ‎Saat ini, proyek pembangunan jalan layang TransJ di ruas Jl Kapten Tendean sudah memasuki tahap pemasangan bored pile. Dengan adanya pekerjaan ini, secara otomatis menimbulkan kemacetan karena ruas jalan yang menyempit.

"Kita tidak bisa pungkiri memang akan menimbulkan kemacetan dengan adanya pekerjaan ini. Kita juga sudah koordinasikan dengan Dishub dan instansi terkait untuk mencari solusinya," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan akibat pekerjaan proyek tersebut, jalur hijau pun dikorbankan agar bisa mengakomodir volume kendaraan.

"Untuk jalur hijau yang ada di tengah jalan di dekat Mabes Polri itu sudah dibongkar untuk pelebaran jalan agar tidak terlalu macet," tambahnya.

Pihak kepolisian juga menempatkan personil untuk mengatur kelancaran lalulintas.‎ Warsinem mengatakan, pihaknya menempatkan personil di ruas jalan tersebut terutama pada jam rawan macet, pada saat jam masuk dan pulang kerja.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%