Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 07/02/2015 00:38 WIB

Jadikan Terminal Poris Sebagai Pusat, Tangerang Siap Bantu DKI Atasi Macet

Septiana Ledysia - detikNews
Jadikan Terminal Poris Sebagai Pusat, Tangerang Siap Bantu DKI Atasi Macet Ilustrasi
Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang siap membantu Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, program tersebut yakni dengan menjadikan Terminal Poris Plawad sebagai pusat integrasi moda angkutan massal.

"Nantinya, ada tujuh moda transportasi massal yakni kereta Bandara, Commuterline, Kereta Luar Kota, Bus APTB, AKAP, dan Bus Rapid Transit (BRT) dan Busway dalam satu lokasi," ujar Arief dalam siaran persnya kepada detikcom, Jumat (6/2/2015).

Terminal Poris yang saat ini ada pun rencananya akan disatukan dengan Stasiun Batu Ceper sehingga warga tidak terlalu jauh. Sedangkan Jalan Raya Benteng Betawi akan dibuatkan putaran.

"Jadi, warga yang ingin ke Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur setelah tiba di Bandara Soekarno - Hatta, bisa langsung naik bus dan kereta dari terminal Poris Plawad sehingga tidak perlu ke Gambir maupun Senen," kata Arief.

Rencana tersebut pun telah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta serta Kementrian Perhubungan dan menunggu tindak lanjut. Ia mengatakan, rencana untuk menjadikan terminal Poris pusat moda transportasi, merupakan bagian dari pembangunan dan pengembangan jalur kereta api Batu Ceper - Bandara Soekarno - Hatta yang mulai dilakukan pada tahun ini.

"Apalagi kawasan tersebut juga akan menjadi mixed uses area yang dilengkapi park and ride, pusat retail, hotel dan apartemen," Jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Tangerang pun telah membentuk tim terkait pengembangan bus Transjakarta koridor XIII rute Tendean hingga Ciledug. Begitu pula dengan rencana pengoperasian 40 armada Bus Transjabodetabek rute Tangerang - Kemayoran dan Tangerang - Blok M. Saat ini, prosesnya sudah masuk tahap penyerahan dari Kementrian Perhubungan kepada operator.

Bahkan, rute elevated busway Blok M - Ciledug akan disambungkan dengan jalur kereta api Ciledug - Poris. Sehingga, warga Jakarta Selatan akan mempunyai akses via transportasi massal Busway dan kereta api hingga Bandara.

"Nantinya pembangunan jalur transjakarta akan lebih dikembangkan dengan rute Kalideres - Kembangan (Jakarta Barat) – Karang Tengah, Ciledug (Kota Tangerang) - Ciledug - Tendean (Jakarta Selatan)," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(spt/fjp)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%