Detik.com News
Detik.com

Kamis, 01/01/2015 01:47 WIB

AirAsia Ditemukan

Properti di Posko Crisis Center Juanda Surabaya Mulai Dikemasi

Budi Sugiharto - detikNews
Properti di Posko Crisis Center Juanda Surabaya Mulai Dikemasi Budi Sugiharto/detikcom
Surabaya - Posko Crisis Center jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501 di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, akan dihentikan operasinya. Crisis Center dipindah ke RS Bhayangkara di Polda Jawa Timur, Surabaya.

Sebelum pergantian tahun, properti di posko itu pun dibersihkan. Pengamatan detikcom pukul 23.00 WIB, Rabu (31/12/2014), petugas kebersihan mencopoti kain hitam yang menutupi jendela kaca di posko yang selama ini digunakan untuk pertemuan keluarga penumpang AirAsia.

Demikian pula, garis police line di depan posko atau di sekitar tenda tempat konferensi pers juga dilepas. Di dalam ruang serba guna juga sudah bersih dari kursi-kursi lipat.

Sebagai gantinya, dibeber karpet di lantai berubin warna putih itu. Beberapa meja masih tampak dan petugas masih terlihat sibuk melakukan menyelesaikan laporan. 9 pesawat televisi yang tertempel di dinding masih menyala.

Ratusan wartawan yang selama empat hari memadati crisis center juga sudah banyak berkurang. Mereka juga boyongan ke RS Bhayangkara.

Dirut Angkasa Pura I Bandara Juanda, Tommy Soetomo mengatakan Crisis Center dipindah ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Pemindahan itu karena jenazah yang telah ditemukan sudah mulai dilakukan identifikasi di RS Bhayangkara.

Hingga malam ini, sudah dua jenazah yang dibawa ke rumah sakit milik Polda Jatim dari lokasi jatuhnya pesawat yang ditumpangi 155 penumpang dan 7 awak pesawat itu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gik/vid)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%