Detik.com News
Detik.com

Jumat, 28/11/2014 02:01 WIB

Beri Imbauan Tunda Munas, Akbar Tandjung: Kalau Tetap Diadakan Tak Apa

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Beri Imbauan Tunda Munas, Akbar Tandjung: Kalau Tetap Diadakan Tak Apa
Jakarta - Dewan Pertimbangan mengimbau DPP Golkar untuk menunda pelaksanaan Munas IX yang sedianya digelar pada 30 November 2014 di Bali. Meski demikian Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung tak menutup kemungkinan bilamana Ketum Aburizal Bakrie tetap selenggarakan Munas.

"Kalau Munas itu kan wewenang DPP untuk menyelenggarakan. Tentunya kami serahkan lagi kepada DPP bila tetap dilakukan," ujar Akbar Tandjung di kediamannya, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2014) jelang tengah malam.

Pada Kamis malam Dewan Pertimbangan Golkar mengadakan pertemuan di kediaman Akbar Tandjung. Pada pertemuan itu disepakati bahwa untuk langkah rekonsiliasi maka Dewan Pertimbangan meminta Munas ditunda.

Namun setelah menyampaikan saran dan pertimbangan tersebut, Akbar Tandjung seolah masih membuka kemungkinan kepada DPP Golkar untuk tetap laksanakan Munas di Bali. Bahkan dirinya menyatakan tak ada sanksi bila Munas tetap dilaksanakan.

"Tidak ada sanksi. Kita serahkan kepada DPP saja," imbuh mantan Ketum Golkar ini.

Imbauan ini disampaikan setelah perpecahan di tubuh partai beringin itu memuncak. Bahkan Menkopolhukam Tedjo Edhi Purdijatno juga sebelumnya mengimbau Munas Bali untuk ditunda karena alasan keamanan.

"Imbauan ini tak ada hubungannya dengan pernyataan Menkopolhukam. Saya sudah bicara dengan Pak Tedjo dan beliau bilang bahwa sebagai pemerintah, beliau wajib memberikan imbauan jika ada hal yang mengancam keamanan," sebut Akbar.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bpn/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%