detikcom
Kamis, 15/05/2014 01:43 WIB

PT KAI: Tiket Kereta Tambahan Habis Terpesan, tapi Masih Ada Peluang

Baban Gandapurnama,Fajar Pratama - detikNews
Bandung - Tiket kereta tambahan yang baru saja mulai dijual pada Kamis (15/5) 00.01 WIB tadi langsung habis terpesan. Namun masih ada peluang, bagi yang sempat memesan tiket.

"Memang sudah habis. Tapi masih bisa," ujar Humas PT KAI Sugeng Priyono ketika ditemui di kantor PT KAI, Bandung, Kamis (15/5/2014) dinihari.

Tiket kereta tambahan ini di antaranya tersedia untuk perjalanan pada Jumat 25 Juli 2014 dan juga Sabtu 26 Juli 2014. Tiket untuk dua hari tersebut langsung habis terpesan.

"Tapi bisa ditunggu tiga jam. Karena yang memesan itu memiliki waktu tiga jam untuk membayar. Biasanya ada yang tidak membayar pesanannya, sehingga yang tadinya sudah terpesan, bisa kembali kosong," kata Sugeng.

Sementara itu, Direktur IT dan SDM PT KAI Kuncoro Wibowo membenarkan bahwa situs PT KAI sudah diakses dari Jakarta. "Karena banyak yang masuk ke situs itu," kata Kuncoro.

detikcom mencoba memesan tiket untuk tanggal 25 Juli 2014, jurusan Gambir-SoloBalapan, dari Jakarta, mulai pukul 00.01 WIB hingga 01.30 WIB. Namun situs susah diakses. Saat bisa diakses, tiket kereta sudah habis terpesan.



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/trq)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%