Detik.com News
Detik.com

Kamis, 15/05/2014 00:44 WIB

Tanggapan PT KAI Soal Situs yang 'Pingsan' Saat Perburuan Tiket KA Tambahan

Fajar Pratama - detikNews
Tanggapan PT KAI Soal Situs yang Pingsan Saat Perburuan Tiket KA Tambahan
Jakarta - Tepat hari Kamis (15/4/2014) pukul 00.00 WIB, perburuan tiket KA tambahan Lebaran dimulai. Namun sejumlah calon penumpang mengeluh situs perusahaan pelat merah tersebut tidak bisa diakses. Apa tanggapan KAI?

"Di Bandung bisa kok. Ini kami bersama dengan teman-teman wartawan memantau langsung. Di sini bisa," ujar Humas PT KAI Sugeng Priyono ketika dikonfirmasi, Kamis dinihari.

Menurut Sugeng, tidak ada masalah dalam koneksi internet ini. Bahkan dari kantor pusat KAI yang ada di Bandung, bisa dicek berapa calon penumpang yang tengah mengakses tiket kereta tambahan.

"Semua bisa dipantau dari sini. Sejauh ini tidak ada masalah," ujar Sugeng.

Pada pukul 00.01 WIB, Detikcom mencoba masuk ke 3 situs pemesanan tiket KA yakni www.kereta-api.co.id, tiket.com dan paditrain.com. Dua situs pertama dibuka melalui laptop, dan situs terakhir melalui tablet. Hasilnya? Situs itu tak bisa dibuka.

Jangankan memilih jadwal kereta, masuk saja susah. Untuk paditrain.com, tak bisa dibuka melalui laptop, melainkan aplikasi. Detikcom sempat berhasil sign in, namun yang tertulis 'Gagal mencari jadwal, mohon periksa kembali koneksi internet Anda'. Padahal sinyal penuh, tertulis H alias HSDPA, serta paket data yang jelas-jelas aman.

Detikcom juga mencoba call center KAI 121. Hasilnya, nada sibuk, tak bisa masuk. Padahal, tombol redial sudah berkali-kali.

Hingga pukul 00.26 WIB, belum ada satu saluran pun yang dicoba berhasil. Tampaknya ini akan menjadi dini hari yang panjang, 'perang belum berakhir' sampai tiket di tangan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%