Detik.com News
Detik.com
Rabu, 16/04/2014 20:08 WIB

KPU DKI: Penghitungan Resmi Hasil Pileg DKI Tanggal 22 April

M Iqbal - detikNews
 KPU DKI: Penghitungan Resmi Hasil Pileg DKI Tanggal 22 April
Jakarta - Proses pemungutan dan penghitungan surat suara pemilu legislatif di wilayah DKI Jakarta sejauh ini masih berada di tingkat kelurahan dan sebagian di kecamatan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Sumarno menyatakan, untuk rekapitulasi suara pemilu legislatif di DKI Baru diketahui paling cepat 22 April.

 "Rekapitulasi hasil penghitungan suara di Kabupaten/Kota tanggal 19-21 April, dan di DKI Jakarta tanggal 22-24 April," kata Sumarno kepada detikcom, Rabu (16/4/2014).

Sumarno menyangkal ada data hasil rekapitulasi pemilu legislatif yang beredar di luar berasal dari KPU DKI. Bahkan, dia menegaskan, untuk data sementara pun, KPU tidak bisa merilis sampai hasilnya resmi keluar.

Dia menekankan, saat ini masih direkap di tingkat kecamatan dan sebagian kecil masih dirampungkan di kelurahan. "Jadi tidak benar berita yang beredar hari ini bahwa saya merilis data hasil perolehan suara sementara dengan rangking PDIP, Gerindra dan PKS," ujarnya menegaskan.

Termasuk, menurutnya, hasil rekapitulasi untuk perolehan suara calon anggota baik caleg DPRD DKI Jakarta maupun caleg DPR RI. "Data itu tidak bersumber dari saya, tidak juga dari KPU DKI. Mungkin bersumber dari Posko Pemilu di Balai Kota yang menghimpun data dari kelurahan," tegas Sumarno lagi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bal/brn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%