detikcom
Selasa, 15/04/2014 15:55 WIB

Kemendikbud Belum Dapat Laporan Pelecehan Seksual Siswa TK JIS

Dhani Irawan - detikNews
Jakarta - Wamendikbud Musliar Kasim mengaku belum mendapat laporan terkait kasus pelecehan seksual yang menimpa siswa TK Jakarta International School (JIS). Menurutnya, pihak Dinas Pendidikan DKI yang menerima laporan itu.

"Belum dapat laporan. Karena biasanya tidak semua laporan itu masuk kementerian. Biasanya di Disdik DKI," kata Musliar di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (15/4/2014).

Meski begitu, Musliar akan menurunkan tim jika pihaknya menerima laporan terkait hal itu.

"Jika ada laporan ke kami, kami segera menurunkan tim investigasi ke sana," ucapnya.

Laporan mengenai pelecehan itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya. 3 Tersangka sudah ditetapkan yaitu petugas cleaning service di mana bocah 5 tahun itu bersekolah.

Disdik DKI juga sudah mendatangi JIS, tempat peristiwa memilukan itu berlangsung. Mereka memberi lima rekomendasi agar kasus ini tak terulang. Berikut rekomendasinya:

1. Minta maaf pada orang tua siswa
2. Melindungi anak yang menjadi korban
3. Mengeluarkan oknum pelaku kekerasan seksual dari sekolah
4. Mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi
5. Serius menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah, baik pada saat belajar dan pasca belajar.



Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(dha/nik)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
MustRead close