detikcom

Selasa, 15/04/2014 14:39 WIB

Berapa Ancaman Hukuman Untuk 'Predator' Seksual Anak di JIS?

Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Tiga pelaku kekerasan seksual terhadap bocah lima tahun di Jakarta International School (JIS) sudah jadi tersangka. Mereka dijerat dengan pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur dan UU Perlindungan anak. Berapa ancaman hukumannya?

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, ketiga tersangka tersebut adalah Agun, Firziawan dan Afriska. Mereka petugas cleaning service dari perusahaan outsourcing ISS.

"Yang ditahan AI (Agun-red) dan FA (Firziawan-red). Satu tidak ditahan AF (Afriska) tapi sudah jadi tersangka juga," kata Rikwanto.

Rikwanto mengatakan, dua pelaku bernama Agun dan Awan dikenakan Pasal 292 KUHP tentang pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksima di dua pasal tersebut maksimal 15 tahun.

Pasal 292 KUHP:

Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang belum dewasa dari jenis kelamin yang sama, sedang diketahuinya atau patut harus disangkanya hal belum dewasa itu, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun.

Pasal 81 UU Perlindungan Anak:Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/nwk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%