Senin, 14/04/2014 18:56 WIB

Banyak Caleg yang Stres, Ini Komentar KPU

Hardani Triyoga - detikNews
Jakarta - Usai Pemilu Legislatif, banyak calon legislator stres karena gagal terpilih. Komisi Pemilihan Umum pun angkat bicara terkait fenomena ini karena semestinya sebagai caleg, mereka harus memiliki mental kuat kalau gagal terpilih.

Komisioner KPU Sigit Pamungkas menyebut kalau caleg stres karena gagal terpilih lebih disebabkan kurang dewasanya mereka menerima kekalahan. Seharusnya, menurut dia, para caleg ini sadar Pemilu adalah seperti kompetisi yang melahirkan pemenang dan kalah. "Sebagai calon wakil rakyat, mereka harusnya bisa dewasa. Kedewasaan mereka berkurang," kata Sigit di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Senin (14/4).

Dia pun menyindir kelakuan para caleg yang melakukan segala cara demi meraih kursinya di kekuasaan legislatif seperti menghalalkan money politics. Hampir setiap Pemilu, upaya money politics masih menjadi andalan yang dipakai para politikus agar suaranya aman.

Kalau ini terjadi, menurut Sigit yang ada malah beban pikiran caleg yaitu semakin meningkat karena berisiko terserang gangguan kejiwaan saat suaranya tidak cukup untuk lolos. "Kalau money politics tidak ada, ya sisi negatif dari Pemilu ini (caleg stres) tidak perlu terjadi," ungkapnya.

Dia mengakui tingkat kompetisi yang tinggi seperti Pemilu juga membutuhkan pembiayaan yang besar. Meskipun ada peraturan pengeluaran yang diatur KPU, tetap saja para caleg masih ingin melakukan money politics.

"Ya, ini kan sebagai akibat pembiayaan tekanan psikologis dan yang berlebihan dilakukan para caleg. Kalau tidak kuat dan gagal ya itu lah yang terjadi," ujar pria kelahiran Sragen, 04 April 1976 tersebut.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(hat/erd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%