Detik.com News
Detik.com
Senin, 14/04/2014 09:59 WIB

Tanya KPU

KPU, Bagaimana Persiapan Pilpres Nanti?

Nita Rachmawati - detikNews
KPU, Bagaimana Persiapan Pilpres Nanti?
Jakarta - Penanya: Tendyhartiawan (tendyhartiawan@gmail.com)

Q: pelaksanaan Pemilihan Umum kali ini penuh dengan carut marut yang menunjukkan ketidaksiapan KPU, terbukti dengan keterlambatan pengiriman logistik, pendataan calon pemilih yang tingkat akurasinya semakin rendah, terakhir semakin banyak calon pemilih yang tidak dapat memberikan suaranya dikarenakan dianggap tidak terdaftar. How come?

A: Terima kasih atas kritikan membangunnya. KPU kali ini mencoba sangat transparan dengan berbagai aktifitas tahapan, mulai dari proses verifikasi parpol, verifikasi caleg, DPT (yang bisa diakses di web KPU), DCT (juga bisa diakses di web) sampai proses logistik dan pemungutan dan penghitungan suara. Tentunya ada dinamika dan hal-hal yang diluar kendali kami. Ini menjadi perbaikan untuk pilpres ke depan termasuk distribusi logistik dan penataan pemilih. Tetapi tentunya peran aktif masyarakat menjadi penting untuk suksesnya pemilu terutama pendataan pemilih.

Komisioner KPU,
Ferry Kurnia Rizkiyansyah


Anda juga punya pertanyaan untuk KPU? Sampaikan pertanyaan Anda di sini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nit/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%