detikcom
Senin, 14/04/2014 09:59 WIB

Tanya KPU

KPU, Bagaimana Persiapan Pilpres Nanti?

Nita Rachmawati - detikNews
Jakarta - Penanya: Tendyhartiawan (tendyhartiawan@gmail.com)

Q: pelaksanaan Pemilihan Umum kali ini penuh dengan carut marut yang menunjukkan ketidaksiapan KPU, terbukti dengan keterlambatan pengiriman logistik, pendataan calon pemilih yang tingkat akurasinya semakin rendah, terakhir semakin banyak calon pemilih yang tidak dapat memberikan suaranya dikarenakan dianggap tidak terdaftar. How come?

A: Terima kasih atas kritikan membangunnya. KPU kali ini mencoba sangat transparan dengan berbagai aktifitas tahapan, mulai dari proses verifikasi parpol, verifikasi caleg, DPT (yang bisa diakses di web KPU), DCT (juga bisa diakses di web) sampai proses logistik dan pemungutan dan penghitungan suara. Tentunya ada dinamika dan hal-hal yang diluar kendali kami. Ini menjadi perbaikan untuk pilpres ke depan termasuk distribusi logistik dan penataan pemilih. Tetapi tentunya peran aktif masyarakat menjadi penting untuk suksesnya pemilu terutama pendataan pemilih.

Komisioner KPU,
Ferry Kurnia Rizkiyansyah


Anda juga punya pertanyaan untuk KPU? Sampaikan pertanyaan Anda di sini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nit/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%