Senin, 14/04/2014 09:59 WIB

Tanya KPU

KPU, Bagaimana Persiapan Pilpres Nanti?

Nita Rachmawati - detikNews
Jakarta - Penanya: Tendyhartiawan (tendyhartiawan@gmail.com)

Q: pelaksanaan Pemilihan Umum kali ini penuh dengan carut marut yang menunjukkan ketidaksiapan KPU, terbukti dengan keterlambatan pengiriman logistik, pendataan calon pemilih yang tingkat akurasinya semakin rendah, terakhir semakin banyak calon pemilih yang tidak dapat memberikan suaranya dikarenakan dianggap tidak terdaftar. How come?

A: Terima kasih atas kritikan membangunnya. KPU kali ini mencoba sangat transparan dengan berbagai aktifitas tahapan, mulai dari proses verifikasi parpol, verifikasi caleg, DPT (yang bisa diakses di web KPU), DCT (juga bisa diakses di web) sampai proses logistik dan pemungutan dan penghitungan suara. Tentunya ada dinamika dan hal-hal yang diluar kendali kami. Ini menjadi perbaikan untuk pilpres ke depan termasuk distribusi logistik dan penataan pemilih. Tetapi tentunya peran aktif masyarakat menjadi penting untuk suksesnya pemilu terutama pendataan pemilih.

Komisioner KPU,
Ferry Kurnia Rizkiyansyah


Anda juga punya pertanyaan untuk KPU? Sampaikan pertanyaan Anda di sini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nit/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%