Senin, 14/04/2014 09:59 WIB

Tanya KPU

KPU, Bagaimana Persiapan Pilpres Nanti?

Nita Rachmawati - detikNews
Jakarta - Penanya: Tendyhartiawan (tendyhartiawan@gmail.com)

Q: pelaksanaan Pemilihan Umum kali ini penuh dengan carut marut yang menunjukkan ketidaksiapan KPU, terbukti dengan keterlambatan pengiriman logistik, pendataan calon pemilih yang tingkat akurasinya semakin rendah, terakhir semakin banyak calon pemilih yang tidak dapat memberikan suaranya dikarenakan dianggap tidak terdaftar. How come?

A: Terima kasih atas kritikan membangunnya. KPU kali ini mencoba sangat transparan dengan berbagai aktifitas tahapan, mulai dari proses verifikasi parpol, verifikasi caleg, DPT (yang bisa diakses di web KPU), DCT (juga bisa diakses di web) sampai proses logistik dan pemungutan dan penghitungan suara. Tentunya ada dinamika dan hal-hal yang diluar kendali kami. Ini menjadi perbaikan untuk pilpres ke depan termasuk distribusi logistik dan penataan pemilih. Tetapi tentunya peran aktif masyarakat menjadi penting untuk suksesnya pemilu terutama pendataan pemilih.

Komisioner KPU,
Ferry Kurnia Rizkiyansyah


Anda juga punya pertanyaan untuk KPU? Sampaikan pertanyaan Anda di sini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nit/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%