Detik.com News
Detik.com
Jumat, 11/04/2014 10:34 WIB

Ini Penyebab Perolehan Suara PDIP dan PAN Melorot di Quick Count

Basuki Rahmat Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
 Ini Penyebab Perolehan Suara PDIP dan PAN Melorot di Quick Count Suasana kantor lembaga survei CSIS saat penghitungan cepat Pileg 2014.
Jakarta - Ada yang menarik dari hasil sementara quick count atau hitung cepat hasil Pemilu legislatif yang digarap Cyrus Network bareng Center for Strategic and International Studies.

Hingga Kamis menjelang petang (10/4/2014), perolehan sementara suara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ada di angka 19 persen. Namun mulai malam harinya hingga Jumat siang ini (11/4/2014), angkanya melorot ke 18 persen. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Creative Director Cyrus Network Eko Prasetyo Galan menjelaskan dari penghitungan cepat yang dilakukan sejak dimulainya pemungutan suara pada Rabu (9/4/2014), terjadi banyak dinamika di berbagai tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel untuk hitung cepat.

"Itu terjadi karena di beberapa TPS datanya baru masuk kemarin (Kamis) karena ada TPS-TPS penghitungan suaranya diulang," kata Eko dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (11/4/2014). "Di wilayah Papua juga ada kerusuhan di daerah konflik," Eko menambahkan.

Selain PDIP, perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) yang kemarin bertengger di angka 8 koma sekian, sekarang menurun menjadi 7,50 persen.

Adanya penurunan perolehan angka tersebut, menurut Eko, tidak menjadi masalah. Di lembaga-lembaga survei lain yang melakukan penghitungan cepat juga mengalami hal yang demikian, terjadi adanya penurunan angka perolehan.

Sebagaimana diketahui, di sejumlah provinsi terjadi masalah saat pemungutan suara di TPS-TPS. Ada yang surat suaranya tertukar, sudah tercoblos, hingga mesti dilakukan pemungutan suara ulang dan penghitungan ulang.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(brn/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%