detikcom
Kamis, 10/04/2014 12:15 WIB

Prediksi 3 Poros Koalisi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Hasil quick count Pemilu 2014 sudah secara gamblang menggambarkan kekuatan parpol saat ini. Diprediksi akan ada 3 poros koalisi di Pilpres 2014 mendatang.

Menurut pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, empat parpol terbesar yakni PDIP, Golkar, Gerindra, dan PD berpeluang memimpin koalisi. Faktor penentu koalisi kedua adalah elektabilitas tiga capres teratas yakni Jokowi, Prabowo, Aburizal Bakrie (ARB).

"Variabel ini lebih mungkin jadi faktor penentu karena akan menentukan ikut/tidaknya partai dalam pemerintahan terpilih nanti. Faktor berikutnya adalah sejauh mana bisa memenuhi persyaratan pengajuan calon menurut UUD 1945 dan UU Pilpres 2008, yakni 20% kursi DPR RI atau 25% suara sah pemilu DPR RI," kata Qodari dalam siaran pers, Kamis (10/4/2014).

Perolehan suara PD yang berada di nomor urut 4 dengan raihan sekitar 10% suara punya potensi memimpin koalisi/memajukan capres. Namun karena tidak ada calon Demokrat (peserta konvensi capres) yang sangat populer maka SBY akan realistis dan memilih wapres saja.

"Sementara itu duet Wiranto-Hary Tanoesudibjo memiliki ambisi besar untuk maju capres. Tapi dengan perolehan Hanura sekitar 5% (nomor bontot partai lolos Electoral Treshold), maka Hanura/Win-HT kehilangan kredibilitasnya untuk memimpin koalisi sekaligus memajukan pasangan sendiri. Hanura akan “abstain” dari pilpres atau bergabung dengan koalisi yang ada," ujar Qodari menganalisis.

Sementara itu gabungan perolehan suara partai-partai berbasis massa Islam cukup besar (PKB, PAN, PKS, PPP, PBB). Jika digabung bisa mencapai 30%. "Namun karena tidak ada tokohnya yang sangat populer maka koalisi partai Islam akan sulit. Partai Islam akan pecah dan mencari jalan sendiri-sendiri alias bergabung dengan poros Jokowi, Prabowo atau ARB," prediksinya.

Dengan beberapa catatan dan pertimbangan di atas, maka kemungkinan peta koalisi diprediksi terdiri dari 3 poros yakni Poros Jokowi, Poros 08/Prabowo Subianto, dan Poros ARB.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%