detikcom
Kamis, 10/04/2014 10:45 WIB

Data dan Fakta Pemilu

Perjalanan PAN dan PKB Lewati 4 Pemilu

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - PAN dan PKB adalah dua partai tengah yang meraih hasil cukup menggembirakan di Pileg 2014. Keduanya adalah partai papan tengah dengan raihan suara cukup signifikan yang bisa menjadi penentu peta koalisi ke depan. Seperti apa perjalanan PAN dan PKB melewati 4 pemilu?

Kemunculan PAN dan PKB ditandai dengan raihan cukup mengejutkan di Pemilu 1999 silam. PKB bisa dibilang mengalami masa kejayaan saat itu, di bawah pimpinan Abdurrahman Wahid.

Suara PKB di Pemilu 1999 mencapai 13.336.982 atau 12,61%. Jumlah kursi PKB di DPR kala itu mencapai 51 kursi. Sedangkan perolehan suara PAN kala itu mencapai 7.528.956 atau 7,12%. Kursi PAN di DPR kala itu mencapai 35 kursi.

Memasuki Pemilu 2004, perolehan suara kedua partai mengalami penurunan. Pada pemilu 2004 perolehan suara PAN mencapai 7.255.331 atau 6,41% dengan perolehan kursi di DPR sebanyak 53. Sementara PKB meraih yang meraih suara 12.002.885 atau 10,61% hanya meraih 52 kursi di DPR RI.

Memasuki Pemilu 2009, perolehan suara PKB dan PAN kembali mengalami penurunan. PAN sukses mengungguli PKB dengan raihan 6.254.580 suara (6,01 persen) dengan 46 kursi di DPR. Sementara itu PKB yang sudah tak lagi dikomandoi Gus Dur mengalami penurunan menjadi 5.146.122 suara (4,94 persen) dengan jumlah kursi hanya 28.

Nah pada Pemilu 2014 ini seolah PAN kembali ke masa kejayaannya. Quick count yang dilakukan oleh Cyrus Network dan CSIS mencatat perolehan suara PAN saat ini sekitar 7,5% dengan perkiraan jumlah kursi, menurut Waketum PAN Dradjad Wibowo, sekitar 60 kursi.

Sementara itu PKB mendapatkan suara 9,2%. Dibandingkan Pemilu 2009 memang suara PKB naik dua kali lipat. Namun belum berhasil kembali ke masa kejayaan PKB saat menembus 12,61% dan sukses mengantar Gus Dur jadi Presiden.

Lalu ke mana arah koalisi dua partai tengah yang lagi naik daun lagi ini?


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%